Akurat

Bagian Revolusi Keuangan Digital, Apa Itu Platform Smart Contract?

Leo Farhan | 4 September 2025, 21:48 WIB
Bagian Revolusi Keuangan Digital, Apa Itu Platform Smart Contract?

 

AKURAT.CO Dunia keuangan tengah memasuki era baru lewat DeFi (Decentralized Finance). Jika sebelumnya transaksi keuangan bergantung pada bank atau lembaga perantara, kini blockchain memungkinkan sistem berjalan tanpa otoritas pusat.

Kunci dari revolusi ini adalah smart contract. Tanpa smart contract, DeFi tidak akan pernah ada. Itulah sebabnya platform smart contract seperti Ethereum, Binance Smart Chain, Solana, dan Cardano disebut sebagai tulang punggung keuangan terdesentralisasi.

Namun sebelum kamu melakukan trading Ethereum, maka kamu harus melakukan analisa teknikal. Kemampuan membaca grafik harga ETH hari ini menjadi hal penting yang harus kamu pahami. Karena grafik tersebut membentuk pola candlestick yang bisa kamu proyeksikan harga ETH ke depan.

Jika kamu belum paham membaca candlestick, kini tersedia akademi crypto di berbagai platform. Bahkan di Indonesia sudah ada aplikasi teregulasi seperti Pintu yang menawarkan biaya trading rendah, lebih dari 320 token, dan fitur edukasi lengkap untuk pemula maupun trader profesional.

Apa Itu Smart Contract?

Smart contract adalah program komputer di blockchain yang otomatis mengeksekusi aturan tertentu. Disebut “kontrak pintar” karena bisa menjalankan perjanjian tanpa pihak ketiga.

Transaksi dalam smart contract bersifat transparan, aman, dan tidak bisa diubah. Contoh: jika seseorang meminjam dana di aplikasi DeFi, smart contract otomatis mengatur bunga, tenor, hingga likuidasi bila gagal bayar.

DeFi menghadirkan layanan keuangan seperti pinjaman, perdagangan aset, tabungan, hingga asuransi tanpa perantara. Semua berjalan otomatis melalui kode smart contract, membuat biaya operasional lebih rendah.

Beberapa contoh aplikasi berbasis smart contract antara lain:

Uniswap: bursa kripto tanpa broker.

Aave: platform pinjaman otomatis.

Compound: aplikasi lending untuk bunga aset kripto.

Alasan Smart Contract Jadi Tulang Punggung DeFi

1. Transparansi & Keamanan

Kontrak berjalan otomatis di blockchain sehingga bebas manipulasi. Data immutable membuat investor lebih percaya.

2. Tanpa Pihak Ketiga

Tidak perlu bank, notaris, atau broker. Biaya lebih rendah, akses lebih cepat, dan inklusif untuk siapa saja yang punya internet.

3. Fleksibilitas Aplikasi

Dari lending, DEX, staking, hingga asuransi otomatis, smart contract bisa diprogram untuk berbagai layanan keuangan.

4. Ekosistem Berkembang

Ethereum, BSC, Solana, dan Avalanche saling terhubung, memungkinkan ribuan aplikasi tumbuh pesat.

5. Peluang Investasi

Mulai dari yield farming, staking, hingga stablecoin, semua dimungkinkan oleh smart contract.

Contoh DeFi Berbasis Smart Contract

Uniswap: menciptakan pasar likuid tanpa order book.

MakerDAO: stablecoin DAI berbasis smart contract.

Aave: pinjaman otomatis dengan bunga transparan.

Curve Finance: swap stablecoin berbiaya rendah.

Tantangan Smart Contract di DeFi

Meski potensial, smart contract juga menghadapi masalah: biaya gas tinggi, risiko peretasan, regulasi yang belum jelas, dan persaingan antar blockchain.

Namun, solusi seperti Layer-2 (Polygon, Arbitrum, Optimism) serta audit keamanan semakin memperkuat DeFi.

Perlu diingat, semua aktivitas jual beli crypto memiliki resiko dan volatilitas yang tinggi karena sifat crypto dengan harga yang fluktuatif.

Maka dari itu, selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan gunakan dana yang tidak digunakan dalam waktu dekat (uang dingin) sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli bitcoin dan investasi aset crypto lainnya menjadi tanggung jawab para trader dan investor.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.