Akurat

Bahaya Deepfake dalam Kehidupan Sehari-hari, dari Hoaks hingga Kejahatan Siber

Nurma Nafisa Faradilla | 20 Agustus 2025, 17:45 WIB
Bahaya Deepfake dalam Kehidupan Sehari-hari, dari Hoaks hingga Kejahatan Siber

AKURAT.CO Kasus video palsu Menteri Keuangan Sri Mulyani yang belakangan ramai diperbincangkan kembali membuka mata publik soal bahaya deepfake.

Teknologi ini semakin populer seiring berkembangnya kecerdasan buatan (AI). Meski terlihat canggih dan menghibur, sebenarnya deepfake menyimpan potensi ancaman serius.

Dari penyebaran informasi palsu, pencemaran nama baik, hingga tindak kejahatan digital, deepfake bisa merugikan banyak orang jika tidak dikendalikan.

Dikutip dari berbagai sumber resmi, berikut penjelasan lengkap mengenai apa itu deepfake, bahayanya, serta cara mencegah penyalahgunaannya.

Apa Itu Deepfake?

Baca Juga: Deepfake Porno Hancurkan Hidup Wanita dan Perparah Konflik Gender di Korea Selatan

Deepfake adalah teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang memanfaatkan deep learning untuk memanipulasi gambar, suara, atau video agar menyerupai orang lain.

Dengan deepfake, wajah seseorang bisa diganti dalam sebuah video, bahkan suaranya bisa ditiru secara realistis.

Awalnya, deepfake banyak digunakan di dunia hiburan, film, atau iklan untuk tujuan kreatif.

Namun, di sisi lain, teknologi ini juga menimbulkan risiko besar jika jatuh ke tangan pihak yang tidak bertanggung jawab.

Bahaya Deepfake yang Perlu Diwaspadai

Menurut pakar keamanan digital, berikut beberapa bahaya serius dari teknologi deepfake:

1. Penyebaran Hoaks dan Disinformasi

Deepfake bisa digunakan untuk membuat video palsu tokoh publik atau pejabat, sehingga menyesatkan masyarakat dengan berita bohong.

2. Pencemaran Nama Baik

Reputasi seseorang bisa hancur dengan video atau audio palsu, misalnya menampilkan pernyataan bohong atau skandal yang tidak pernah terjadi.

3. Kejahatan Siber (Cybercrime)

Deepfake sering disalahgunakan untuk penipuan online, termasuk modus rekayasa video meeting atau panggilan suara palsu yang meniru suara atasan atau rekan kerja.

4. Penyalahgunaan di Konten Negatif

Banyak kasus wajah seseorang ditempelkan pada konten pornografi melalui deepfake. Ini sangat berbahaya karena bisa merusak privasi dan psikologis korban.

5. Ancaman Politik dan Keamanan

Deepfake bisa dijadikan alat propaganda untuk memengaruhi opini publik, bahkan memicu konflik politik dan sosial.

Baca Juga: Video Sri Mulyani Soal Guru Beban Negara Adalah Hoaks, Begini Tuntunan Islam dalam Menghadapi Berita Bohong

Cara Mencegah Penyalahgunaan Deepfake

Meski berbahaya, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk meminimalisir dampak deepfake, di antaranya:

  • Selalu verifikasi informasi dengan mencari sumber berita resmi dan terpercaya.
  • Gunakan teknologi pendeteksi deepfake yang kini mulai dikembangkan perusahaan keamanan digital.
  • Tingkatkan literasi digital agar masyarakat lebih kritis terhadap konten yang beredar.
  • Laporkan konten deepfake berbahaya ke pihak berwenang atau platform media sosial.

Teknologi deepfake memang memiliki sisi positif jika digunakan secara kreatif, misalnya dalam film atau edukasi.

Namun, kasus Sri Mulyani yang sempat terkena isu video palsu membuktikan bahwa bahaya deepfake tidak bisa diabaikan.

Itulah mengapa penting untuk meningkatkan kewaspadaan, memperkuat literasi digital, dan menggunakan teknologi secara bijak agar deepfake tidak merugikan masyarakat luas.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.