Akurat

Bagaimana Cara Kerja Bitcoin ? Ini yang Mempengaruhi Harganya

Leo Farhan | 30 Juli 2025, 16:01 WIB
Bagaimana Cara Kerja Bitcoin ? Ini yang Mempengaruhi Harganya

 

AKURAT.CO Bitcoin (BTC) adalah mata uang digital pertama yang memungkinkan transaksi peer-to-peer tanpa perantara seperti bank atau pemerintah. Diperkenalkan pada tahun 2009 oleh seseorang (atau kelompok) dengan nama samaran Satoshi Nakamoto, Bitcoin merevolusi cara orang memandang uang, sistem keuangan, dan aset digital.

Informasi harga BTC terbaru 24 Juli 2025, dilansir dari Pintu Market harga 1 BTC ada Rp 1.941.197.000,- dengan grafik harga bitcoin yang memperlihatkan penurunan sebesar 0,30%.

Jika anda tertarik untuk trading Bitcoin, saat ini sudah banyak tersedia aplikasi trading atau investasi yang dapat diunduh kedalam Android maupun IOS. Anda dapat melakukan riset untuk menemukan aplikasi crypto terbaik Indonesia, sesuaikan dengan kebutuhan trading dan investasi anda.

Terdapat beberapa aplikasi crypto Indonesia yang telah teregulasi di Indonesia, salah satunya Pintu yang menyediakan fitur terlengkap, biaya trading rendah, serta variasi token yang banyak.

Meski kini sudah banyak dikenal, masih banyak orang yang bertanya: bagaimana sebenarnya Bitcoin bekerja? Dan mengapa harga Bitcoin bisa naik dan turun secara ekstrem? Yuk kita bahas agar ada sedikit pemahaman sebelum berinvestasi Bitcoin.

Cara Kerja Bitcoin

Untuk memahami Bitcoin, kita perlu mengerti 3 komponen utama dalam sistem ini:

1. Blockchain: Buku Besar Digital

Bitcoin berjalan di atas teknologi blockchain, yaitu buku besar digital yang mencatat seluruh transaksi secara permanen. Setiap transaksi dicatat dalam sebuah “blok” dan dirangkai secara kronologis.

  1. Setiap blok berisi kumpulan transaksi.
  2. Blok-blok tersebut dihubungkan satu sama lain secara berurutan, membentuk “rantai blok” (blockchain).
  3. Blockchain bersifat terdesentralisasi: salinan datanya disimpan oleh ribuan komputer (disebut node) di seluruh dunia.

Karena data dicatat oleh banyak pihak, sangat sulit untuk memalsukan transaksi atau meretas sistem ini.

2. Penambangan (Mining)

Untuk menambahkan blok baru ke dalam blockchain, jaringan Bitcoin menggunakan proses yang disebut mining atau penambangan. Ini adalah proses verifikasi dan konfirmasi transaksi yang dilakukan oleh komputer-komputer khusus (disebut miner).

Cara kerja mining:

  1. Para miner memecahkan teka-teki matematika kompleks.
  2. Siapa yang berhasil lebih dulu akan memvalidasi blok dan mendapat hadiah dalam bentuk Bitcoin baru.
  3. Proses ini menggunakan algoritma konsensus bernama Proof of Work (PoW).

Mining adalah inti dari sistem keamanan Bitcoin dan sekaligus cara penciptaan Bitcoin baru.

3. Dompet Digital dan Kunci Pribadi

Untuk menyimpan dan mengirim Bitcoin, pengguna memerlukan wallet (dompet digital). Wallet ini memiliki dua hal penting:

  1. Alamat publik: seperti nomor rekening.
  2. Kunci privat (private key): seperti PIN rahasia. Jika hilang, Bitcoin Anda tidak bisa dikembalikan.

Dompet bisa berupa aplikasi di HP, software di komputer, hingga perangkat keras khusus (hardware wallet).

Apa yang Mempengaruhi Harga Bitcoin?

Harga Bitcoin sangat fluktuatif dan bisa berubah dalam hitungan menit. Berikut adalah faktor utama yang mempengaruhi harga BTC:

1. Penawaran dan Permintaan

Seperti barang lainnya, harga Bitcoin dipengaruhi oleh hukum dasar ekonomi:

Semakin banyak permintaan dibanding penawaran, maka harga akan naik.

Bitcoin memiliki pasokan terbatas: maksimal 21 juta koin akan pernah ada. Saat ini, lebih dari 19 juta telah ditambang. Karena pasokan terbatas, jika permintaan terus meningkat (misalnya saat krisis ekonomi), harga bisa melonjak.

2. Halving Bitcoin

Setiap 4 tahun sekali, imbalan (reward) bagi penambang dikurangi setengah. Ini disebut Bitcoin Halving. Halving menyebabkan suplai baru menurun, yang cenderung membuat harga naik (karena pasokan langka tapi permintaan tetap atau meningkat).

3. Adopsi dan Kepercayaan Pasar

Jika banyak orang, institusi, atau negara mulai menerima Bitcoin: Harga cenderung naik karena kepercayaan pasar meningkat. Contoh: Ketika El Salvador menjadikan Bitcoin sebagai alat pembayaran sah (2021), harga naik signifikan.

Adopsi oleh perusahaan seperti Tesla, MicroStrategy, atau PayPal juga meningkatkan kepercayaan publik.

4. Berita dan Sentimen Pasar

Harga Bitcoin sangat dipengaruhi oleh berita:

  1. Berita positif → Harga naik.
  2. Berita negatif → Harga turun.

Contoh berita positif:

  1. Pemerintah menyatakan Bitcoin legal.
  2. Bank besar mulai menerima Bitcoin.

Contoh berita negatif:

  1. Regulasi ketat atau pelarangan Bitcoin (seperti di China).
  2. Kebangkrutan platform besar seperti FTX.

5. Regulasi Pemerintah

Ketika sebuah negara mengatur atau melarang crypto, harga bisa terpengaruh.

  1. Jika negara besar mendukung crypto (seperti AS atau Jepang), harga bisa naik.
  2. Jika ada larangan perdagangan crypto (seperti China), harga cenderung turun drastis.

Regulasi menjadi pedang bermata dua: di satu sisi bisa memberikan kejelasan dan keamanan, tapi di sisi lain bisa membatasi pertumbuhan.

6. Teknologi dan Inovasi

Perkembangan baru di ekosistem Bitcoin atau crypto lain juga bisa mempengaruhi harga. Contohnya:

  1. Lightning Network: teknologi baru yang memungkinkan transaksi Bitcoin lebih cepat dan murah.
  2. Integrasi dengan aplikasi dompet dan DeFi.

Semakin canggih dan berguna teknologi Bitcoin, semakin tinggi nilai intrinsiknya.

7. Aktivitas Whale dan Manipulasi Pasar

Whale adalah individu atau institusi yang memegang jumlah besar Bitcoin. Aksi jual atau beli besar-besaran dari mereka bisa menggerakkan harga secara signifikan.

  1. Jika whale menjual 10.000 BTC sekaligus → harga bisa anjlok.
  2. Jika mereka beli banyak → harga bisa melonjak karena pasar ikut panik beli

Karena pasar crypto belum diatur seketat pasar saham, manipulasi harga masih bisa terjadi.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.