Akurat

5 Cara Memilih Platform Terbaik untuk Short Crypto

Leo Farhan | 13 Desember 2025, 23:46 WIB
5 Cara Memilih Platform Terbaik untuk Short Crypto

AKURAT.CO Pasar kripto yang fluktuatif menuntut trader memilih platform yang tepat saat membuka posisi short. Volatilitas tinggi dan tren bearish membuat faktor keamanan, kecepatan eksekusi, serta kelengkapan fitur analisis menjadi penentu keberhasilan.

Kemampuan membaca chart, memantau funding rate, dan melakukan eksekusi order secara presisi menjadi penentu hasil short yang sukses. Dalam banyak kasus, trader memilih menggunakan web trading karena tampilannya lebih luas dan stabil sehingga proses analisis berjalan lebih nyaman. 

Memilih platform yang tepat adalah fondasi strategi short crypto. Prioritaskan legalitas, kualitas chart, likuiditas, kecepatan eksekusi, biaya kompetitif, dan fitur manajemen risiko.

Dengan kombinasi tersebut, trader dapat melakukan short secara lebih terstruktur dan percaya diri. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan gunakan dana dingin mengingat risiko dan volatilitas kripto yang tinggi.

Banyak trader futures juga memantau pasangan likuid seperti BNB USDT Perp untuk membaca sentimen pasar altcoin secara keseluruhan.

Berikut lima cara memilih platform terbaik untuk short crypto:

1. Pilih Platform Legal dan Mendukung Shorting

Pastikan platform memiliki legalitas dan reputasi baik. Platform yang stabil, minim downtime, serta menyediakan fitur futures dan leverage akan membantu eksekusi short lebih aman.

Di Indonesia, beberapa platform lokal telah menyediakan fitur short melalui futures dengan dukungan regulasi dan antarmuka sederhana, sekaligus charting profesional berbasis TradingView.

2. Perhatikan Kualitas Chart dan Indikator

Analisis teknikal adalah kunci shorting. Platform ideal menyediakan chart responsif dengan timeframe lengkap serta indikator penting seperti RSI, MACD, Bollinger Bands, Moving Average, dan Volume. Stabilitas grafik saat volatilitas tinggi juga wajib diperhatikan agar tidak terjadi keterlambatan data.

3. Cek Likuiditas dan Kedalaman Order Book

Likuiditas tinggi mengurangi slippage dan memastikan entry–exit sesuai harga. Order book yang dalam menandakan pasar aktif. Selain volume, data pendukung seperti funding rate, open interest, dan market sentiment membantu membaca kecenderungan long atau short.

4. Evaluasi Kecepatan Eksekusi dan Biaya

Kecepatan order sangat krusial, terutama untuk strategi jangka pendek. Bandingkan biaya maker, taker, dan funding rate antar platform. Fee rendah penting, tetapi harus seimbang dengan kualitas chart, keamanan, dan stabilitas sistem.

5. Pilih Fitur Manajemen Risiko Lengkap

Platform terbaik menyediakan Stop Loss, Take Profit, mode isolated/cross margin, kalkulator risiko, hingga trailing stop. Fitur ini membantu mengontrol risiko likuidasi dan menjaga disiplin trading saat pasar bergerak cepat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.