Akurat

NASA Tunda Penerbangan Starliner hingga 2026 Setelah Gagal Uji Terbang

Petrus C. Vianney | 21 Juli 2025, 18:25 WIB
NASA Tunda Penerbangan Starliner hingga 2026 Setelah Gagal Uji Terbang

AKURAT.CO NASA menunda penerbangan kapsul Boeing Starliner hingga 2026 akibat kegagalan uji coba berawak pada Juni 2024. Masalah seperti kebocoran helium dan kerusakan pendorong memaksa kapsul kembali ke Bumi.

Starliner, bagian dari Program Kru Komersial NASA, mengalami gangguan saat mendekati Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Lima dari 28 pendorong gagal berfungsi dan terdeteksi kebocoran pada sistem tekanan, sehingga misi dihentikan lebih awal.

NASA dan Boeing kini melakukan pengujian darat untuk mengatasi masalah teknis pada Starliner. Di fasilitas White Sands, insinyur menembakkan pendorong dalam berbagai urutan guna menguji ketahanan dan sistem termalnya.

Perbaikan dilakukan dengan menambahkan isolasi dan penghalang panas pada sistem pendorong untuk mencegah panas berlebih. Namun, NASA masih mempertimbangkan satu uji coba tanpa awak sebelum Starliner digunakan kembali untuk misi berawak.

Baca Juga: Puing Asteroid dari Misi NASA Tak Sesuai Prediksi, Bumi Terancam?

Penundaan ini berdampak pada keseluruhan jadwal Program Kru Komersial NASA. Anggaran pengembangan Starliner juga membengkak dari kontrak awal sebesar $4,2 miliar (sekitar Rp68 triliun) menjadi sekitar $6 miliar (sekitar Rp97 triliun).

Sementara itu, kapsul Crew Dragon dari SpaceX telah menyelesaikan 11 misi ke ISS dan nilai kontraknya dengan NASA naik mendekati $5 miliar (sekitar Rp81 triliun) karena penerbangan tambahan. Meski tertinggal, Starliner tetap dipandang penting sebagai cadangan bagi Dragon.

NASA berharap Starliner bisa digunakan secara rutin untuk rotasi kru mulai akhir 2025 atau awal 2026. Namun, keberhasilan misi berikutnya sangat bergantung pada hasil evaluasi teknis yang masih berlangsung.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.