Akurat

Google Mengabaikan Janji, AI Kini Bisa Digunakan untuk Senjata, Tren Mengkhawatirkan!

Leo Farhan | 1 Juli 2025, 18:25 WIB
Google Mengabaikan Janji, AI Kini Bisa Digunakan untuk Senjata, Tren Mengkhawatirkan!

AKURAT.CO Google yang pernah menjanjikan tidak akan menggunakan AI untuk senjata kini bergabung dalam tren dunia yang semakin menggabungkan teknologi canggih dengan kepentingan militer. Hal ini membuka perdebatan etis penting dan memanggil perhatian seluruh masyarakat global untuk menuntut transparansi dan tanggung jawab dalam pengembangan AI.

Raksasa teknologi itu sebelumnya pernah berjanji untuk tidak mengembangkan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang digunakan untuk senjata atau aplikasi militer yang berbahaya. Mengutip The Conversation, baru-baru ini perusahaan tampaknya mulai mengubah sikap dan membuka pintu bagi penggunaan AI dalam konteks militer, termasuk senjata.

Pada 2018, Google membuat komitmen etis untuk tidak terlibat dalam pengembangan teknologi AI yang berkaitan dengan senjata atau operasi tempur yang berisiko mengancam nyawa manusia. Namun, laporan terbaru menunjukkan bahwa Google kini mulai bekerja sama dengan kontraktor pertahanan dan menggunakan teknologi AI untuk aplikasi militer.

Mengapa Ini Mengkhawatirkan?

Peralihan sikap Google ini mencerminkan tren lebih luas di industri teknologi dan militer, di mana AI semakin dimanfaatkan untuk memperkuat kemampuan perang. AI digunakan untuk analisis data besar, pengawasan, target otomatis, dan bahkan pengembangan senjata otonom.

Ini menimbulkan kekhawatiran besar soal apakah teknologi yang bisa membunuh manusia tanpa kendali manusia harus ada? Bagaimana mencegah AI disalahgunakan oleh pihak yang salah? Siapa yang bertanggung jawab jika AI menyebabkan korban jiwa?

Google dan perusahaan teknologi lain selama ini mendapat kritik keras karena berpotensi mengorbankan nilai-nilai kemanusiaan demi keuntungan bisnis dan kerjasama militer. Meskipun teknologi AI bisa bermanfaat besar untuk kehidupan sehari-hari, penggunaannya dalam konteks senjata menimbulkan dilema moral yang sulit dihindari.

Para ahli mengingatkan pentingnya regulasi dan pengawasan ketat agar teknologi AI tidak disalahgunakan untuk tujuan destruktif. Selain itu, perusahaan harus kembali memegang teguh prinsip etika yang sudah mereka junjung, bukan hanya fokus pada potensi keuntungan dan kontrak militer.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.