28 Juni Peringatan Perjanjian Versailles, Ini Sederet Teknologi Senjata Perang Dunia I

AKURAT.CO Tanggal 28 Juni diperingati sebagai momen penting dalam sejarah dunia. Pada hari itu, Perjanjian Versailles ditandatangani pada tahun 1919 untuk secara resmi mengakhiri Perang Dunia I.
Konflik global yang berlangsung selama empat tahun ini tidak hanya meninggalkan luka sejarah. Namun, perang tersebut juga menandai lahirnya teknologi militer modern yang masih berpengaruh hingga kini.
Perang Dunia I (1914-1918) menjadi konflik besar pertama yang melibatkan teknologi mutakhir. Perang ini memunculkan berbagai senjata dan alat tempur baru yang belum pernah digunakan sebelumnya.
Dikutip dari Britannica, Sabtu (28/6/2025), banyak inovasi ini dikembangkan untuk mengatasi kebuntuan perang parit yang statis dan brutal. Berikut adalah sejumlah teknologi senjata yang digunakan secara luas dalam Perang Dunia I:
1. Gas Beracun
Salah satu inovasi paling kontroversial adalah penggunaan gas beracun. Gas klorin, phosgene dan mustard digunakan untuk menyerang musuh dengan cara yang tak terduga.
Senjata ini menyebabkan iritasi parah pada mata, saluran pernapasan, bahkan kulit. Serangan gas pertama kali dilakukan oleh pasukan Jerman di Ypres, Belgia, pada tahun 1915.
Penggunaan gas ini memaksa militer untuk mencari solusi perlindungan. Akhirnya, masker gas dikembangkan sebagai alat pelindung dasar bagi tentara di garis depan.
2. Tank
Untuk menghadapi kondisi medan perang yang dipenuhi parit dan kawah akibat ledakan artileri, Inggris mengembangkan tank sebagai solusi mobilitas. Tank pertama kali digunakan dalam Pertempuran Somme tahun 1916.
Meski masih lamban dan sering bermasalah, kendaraan lapis baja ini memberi perlindungan dan kekuatan baru bagi infanteri. Tank menjadi awal dari era kendaraan tempur lapis baja dalam perang modern.
3. Senapan Mesin Otomatis
Perang Dunia I juga memperlihatkan peran besar senapan mesin dalam mengubah taktik tempur. Senjata seperti Maxim gun dan Vickers mampu menembakkan ratusan peluru per menit, menjadikannya alat pertahanan yang sangat mematikan.
Dalam situasi perang parit, senapan mesin berperan penting dalam mempertahankan posisi. Senjata ini juga digunakan untuk menahan pergerakan musuh, sehingga menciptakan medan tempur yang sangat berbahaya.
4. Pesawat Tempur dan Zeppelin
Awalnya, pesawat hanya digunakan sebagai alat pengintaian. Namun kemudian, pesawat dipersenjatai dan dimanfaatkan untuk pertempuran udara (dogfight) serta serangan ke sasaran di darat.
Perang Dunia I mencatat penggunaan Zeppelin, balon udara raksasa Jerman, untuk menjatuhkan bom ke wilayah musuh. Namun karena ukurannya besar dan lambat, Zeppelin mudah ditembak oleh senjata anti-pesawat.
5. Kapal Selam (U-Boat)
Di laut, Jerman mengandalkan kapal selam atau U-Boat sebagai senjata strategis untuk menyerang kapal dagang Sekutu. Salah satu serangan paling terkenal adalah tenggelamnya RMS Lusitania yang ikut memicu keterlibatan Amerika Serikat dalam perang.
Menurut Imperial War Museums, kapal selam menjadi senjata laut yang sangat efektif. Hal ini karena kapal tersebut mampu meluncurkan torpedo dari bawah permukaan laut tanpa terdeteksi.
Kemunculan teknologi militer ini menjadikan Perang Dunia I sebagai 'laboratorium terbuka' bagi senjata modern. Namun, inovasi tersebut dibayar mahal dengan jutaan nyawa dan kehancuran besar-besaran.
Perjanjian Versailles bukan hanya simbol akhir perang, tetapi juga peringatan atas dampak teknologi yang disalahgunakan untuk konflik. Dari senapan mesin hingga gas beracun, semua menjadi warisan pahit dari salah satu perang paling mematikan dalam sejarah manusia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.






