Akurat

Perang Israel - Iran Meluas ke Dunia Siber: Serangan Bank, Pemadaman Internet hingga Pencurian Kripto

Leo Farhan | 25 Juni 2025, 05:50 WIB
Perang Israel - Iran Meluas ke Dunia Siber: Serangan Bank, Pemadaman Internet hingga Pencurian Kripto

AKURAT.CO Perang antara Iran dan Israel kini telah meluas dari medan tempur ke ranah dunia maya. Konflik antara dua musuh di Timur Tengah ini sejauh ini banyak terjadi secara terbuka, dengan ratusan rudal dan drone yang menyebabkan korban besar di kota-kota besar.

Dilansir oleh Politico, Iran dan Israel juga melancarkan serangan siber secara tersembunyi, yang kini dikhawatirkan pejabat dapat segera merembet ke target-target di Amerika Serikat. Serangan udara mendadak oleh AS terhadap fasilitas nuklir Iran meningkatkan tingkat ancaman.
 
Sebelumnya Ketua Joint Chiefs, Jenderal Dan Caine, mengatakan pada hari Minggu bahwa U.S. Cyber Command membantu mendukung serangan tersebut, meskipun ia tidak merinci keterlibatannya. Juru bicara U.S. Cyber Command tidak menanggapi permintaan komentar, dan juru bicara Cybersecurity and Infrastructure Security Agency (CISA), badan utama pertahanan siber AS, menolak berkomentar.

Kelompok infrastruktur kritis pekan lalu menyerukan perusahaan-perusahaan AS untuk meningkatkan pertahanan mereka secara proaktif menghadapi kemungkinan serangan. Baik Iran maupun Israel dianggap sebagai kekuatan siber global dan telah saling serang di dunia maya, terutama setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.

Sebuah kelompok Iran mengaku bertanggung jawab atas peretasan sebuah rumah sakit Israel dan pencurian data pasien pada 2023, sementara kelompok peretas Israel membalas dengan mematikan sebagian besar stasiun pengisian bahan bakar di Iran.

Senior fellow di Middle East Institute, Alex Vatanka memprediksi Iran bisa saja melancarkan serangan dengan meretas jaringan listrik, instalasi air, dan sektor-sektor kritis lainnya di AS. Ia menilai kemampuan siber Israel secara luas dianggap lebih maju.

Beberapa serangan paling agresif pekan lalu adalah serangan siber terhadap institusi keuangan besar di Iran dan kampanye disinformasi yang bertujuan menimbulkan kekacauan dan kebingungan di Israel.

Sebuah kelompok peretas pro-Israel bernama Predatory Sparrow mengklaim bertanggung jawab atas serangan siber pekan lalu terhadap Bank Sepah Iran, yang menyebabkan masalah akun luas bagi nasabah. Kelompok ini juga mengaku telah menguras sekitar $90 juta dari Nobitex, bursa kripto terbesar Iran, dan memposting daftar kode sumber Nobitex yang dicuri di platform media sosial X.

Peretas juga menargetkan stasiun berita Iran. Video yang beredar online tampak menunjukkan televisi negara Iran menyiarkan pesan anti-rezim pekan lalu. Pemerintah Iran menutup internet nasional sebagai respons terhadap serangan tersebut, pemadaman yang sebagian besar masih berlangsung pada hari Minggu.

Pejabat tinggi Iran dan tim keamanan mereka juga disarankan pekan lalu untuk berhenti menggunakan perangkat yang terhubung ke internet, terutama perangkat telekomunikasi, guna melindungi dari potensi gangguan Israel. Tahun lalu, ribuan pager yang digunakan oleh kelompok militan proxy Iran, Hezbollah, meledak di Lebanon, melukai ribuan orang.

Vatanka menilai salah satu alasan serangan siber Israel mungkin lebih efektif dalam pertempuran saat ini adalah karena Israel menyerang fasilitas Iran terlebih dahulu, memberinya lebih banyak waktu untuk mempersiapkan opsi ofensif dan defensif sebelum Iran dapat membalas.

Iran dan organisasi proksinya membalas, meskipun dalam skala lebih kecil. Direktorat Siber Nasional Israel memperingatkan warga Israel di luar negeri pada Sabtu agar tidak mengisi formulir di situs web berbahaya yang berusaha mengumpulkan intelijen tentang individu tersebut.

Gil Messing, kepala staf perusahaan siber Israel Check Point Software, mengatakan Sabtu menjelang serangan AS bahwa perusahaannya telah melacak kampanye siber dan disinformasi terhadap Israel, meskipun belum ada serangan besar baru yang dilaporkan.

Messing mengatakan ada "flood of disinformation" yang membanjiri media sosial pekan lalu, termasuk pesan yang menganjurkan warga Israel untuk tidak masuk ke tempat perlindungan saat serangan dan pesan keliru tentang kelangkaan gas dan pasokan. Badan pertahanan siber sipil Israel memperingatkan bahwa Iran memperbarui upayanya untuk meretas kamera yang terhubung ke internet untuk tujuan spionase.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.