ESA Berhasil Ciptakan Gerhana Matahari Buatan Pertama di Dunia

AKURAT.CO Badan Antariksa Eropa (ESA) berhasil menciptakan gerhana matahari total buatan lewat misi Proba-3. Ini menjadi terobosan karena gerhana biasanya hanya terjadi alami saat Bulan berada di antara Matahari dan Bumi.
Dalam misi ini, ESA menggunakan dua satelit bernama Coronagraph dan Occulter. Keduanya terbang sejajar sejauh 150 meter di orbit tanpa kendali dari Bumi.
Saat berada dalam posisi sangat presisi, hanya terpaut sekitar satu milimeter, satelit Occulterbberhasil menghalangi cahaya Matahari. Hal ini menciptakan bayangan pada instrumen optik di satelit Coronagraph.
Bayangan tersebut membuat instrumen canggih bernama ASPIICS dapat menangkap gambar korona, lapisan terluar atmosfer Matahari. Korona ini biasanya hanya bisa terlihat saat gerhana matahari alami.
ESA menyebut keberhasilan ini membuka peluang baru untuk pengamatan Matahari secara digital. Gambar dari Proba-3 dapat meningkatkan akurasi simulasi komputer dan mendukung pengembangan 'gerhana digital'.
"Sangat menarik melihat gambar-gambar menakjubkan ini memvalidasi teknologi kami dalam misi penerbangan formasi presisi pertama di dunia," ujar Dietmar Pilz selaku direktur teknologi, teknik dan kualitas ESA, dikutip dari BBC, Selasa (24/6/2025).
Sementara itu, Jorge Amaya, Koordinator Pemodelan Cuaca Antariksa ESA, menyebut data dari Proba-3 akan memperkuat model cuaca antariksa. Selama ini, model tersebut masih terbatas karena minimnya data observasi.
Misi Proba-3 diluncurkan pada 5 Desember 2024 dari India, melibatkan lebih dari 29 perusahaan dari 14 negara. Misi ini bertujuan mempelajari struktur korona Matahari secara lebih detail yang masih menjadi misteri bagi ilmuwan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









