Akurat

OpenAI Akuisisi Startup Jony Ive Senilai Rp105 Triliun untuk Kembangkan Perangkat AI Baru

Petrus C. Vianney | 24 Mei 2025, 23:57 WIB
OpenAI Akuisisi Startup Jony Ive Senilai Rp105 Triliun untuk Kembangkan Perangkat AI Baru

AKURAT.CO OpenAI mengumumkan pembelian IO, startup milik Jony Ive, dengan nilai $6,5 miliar (sekitar Rp105 triliun). Akuisisi ini untuk mengembangkan perangkat keras baru berbasis kecerdasan buatan (AI).

AI telah mengubah cara orang menggunakan aplikasi dan layanan digital. Namun, teknologi ini masih jarang hadir dalam bentuk gadget fisik sehari-hari.

Jony Ive dan timnya yang berjumlah 55 insinyur bergabung dengan OpenAI. Mereka bertujuan mengembangkan produk baru yang melampaui smartphone dan membuat interaksi AI secara natural dan real-time.

CEO OpenAI, Sam Altman, berharap dapat mengungkap produk inovatif itu tahun depan. Altman dan Ive ingin menciptakan perangkat AI seperti kacamata pintar atau liontin yang memproses informasi tanpa perlu layar ponsel.

"Kami ingin memberi orang-orang sesuatu di luar produk lama yang telah kami gunakan," ujar Altman, dikutip dari The New York Times, Sabtu (24/5/2025).

Jony Ive mengaku merasa bertanggung jawab atas dampak negatif teknologi saat ini, seperti kecemasan dan gangguan. Karena itu, ia ingin menciptakan produk yang lebih baik untuk manusia.

"Saya memikul banyak tanggung jawab atas apa yang telah dibawa oleh hal-hal ini kepada kami," katanya.

Kesepakatan ini menjaga studio desain Ive, LoveFrom, tetap independen. Namun, LoveFrom akan bekerja sama dengan OpenAI.

OpenAI sebelumnya memiliki 23 persen saham IO. Kini, mereka membayar sekitar $5 miliar (sekitar Rp81 triliun) untuk mengambil alih sepenuhnya.

Perusahaan berharap meraih pendapatan miliaran dolar dalam beberapa tahun ke depan. Meski begitu, biaya riset dan pengembangan teknologi AI tetap sangat besar.

Kesepakatan ini memperkuat ambisi OpenAI dan Jony Ive untuk memimpin inovasi perangkat AI. Tujuannya adalah mengubah cara manusia berinteraksi dengan teknologi di masa depan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.