Apple Ingatkan Pengguna iPhone di 100 Negara Soal Ancaman Spyware

AKURAT.CO Apple memperingatkan pengguna iPhone di 100 negara tentang kemungkinan infeksi spyware canggih, kemungkinan besar Pegasus dari NSO Group. Perusahaan tersebut mendorong korban untuk segera mengambil tindakan keamanan yang serius.
Peringatan ini dikirimkan melalui iMessage, email dan pemberitahuan di situs web ID Apple. Pengguna diberitahu bahwa akan menjadi sasaran serangan terorganisir yang ditujukan berdasarkan aktivitas atau posisi mereka.
Apple menegaskan bahwa serangan ini sulit dideteksi. Hal ini disebabkan oleh sumber daya besar yang digunakan oleh penyerang yang didukung negara.
Sebagai langkah perlindungan, Apple menyarankan pengguna untuk mengaktifkan Lockdown Mode di perangkat pengguna. Fitur ini memberikan perlindungan tambahan terhadap ancaman canggih.
Pengguna juga disarankan untuk memperbarui perangkat lunak ke versi terbaru, termasuk iOS 18.4.1. Selain itu, pengguna diminta untuk memperbarui aplikasi yang digunakan.
Serangan spyware ini, seperti yang dilakukan oleh NSO Group, dikenal sangat mahal dan sering menargetkan jurnalis, aktivis hak asasi manusia dan tokoh penting lainnya, sebagaimana dikutip dari 9to5Mac, Kamis (8/5/2025).
Sejak 2021, Apple telah memperkenalkan tindakan deteksi canggih untuk mengidentifikasi perangkat yang mungkin disusupi. Namun, tidak semua mekanisme serangan dapat terdeteksi.
Penting untuk diingat, serangan ini tidak mengharuskan interaksi dari pengguna, tetapi sering kali melibatkan trik manipulatif seperti tautan berbahaya atau lampiran email palsu.
Apple mengimbau agar pengguna tetap waspada dan berhati-hati terhadap pesan yang tidak dikenal. Untuk bantuan lebih lanjut, pengguna disarankan menghubungi ahli keamanan atau saluran bantuan yang disediakan Apple.
Peringatan ini menunjukkan betapa seriusnya ancaman spyware yang disponsori negara, yang dapat merusak privasi individu secara global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









