Microsoft Tawarkan Peningkatan Gratis Windows 11 untuk 500 Juta Pengguna Windows 10

AKURAT.CO Microsoft mengimbau 750 juta pengguna Windows 10 segera upgrade ke Windows 11 sebelum dukungan dihentikan pada 14 Oktober. Setelah itu, pembaruan keamanan hanya tersedia bagi pengguna dengan layanan berbayar.
Perusahaan teknologi raksasa ini menekankan pentingnya untuk tidak menunda hingga saat terakhir. Hal ini karena masih banyak pengguna Windows 10 yang tetap menggunakan versi lama.
Sekitar 53 persen pengguna Windows 10 belum beralih ke Windows 11. Artinya, sekitar 500 juta pengguna masih berpotensi melakukan peningkatan gratis jika perangkat pengguna memenuhi syarat.
Namun, Microsoft mengingatkan pengguna agar tidak mencoba melakukan peningkatan jika perangkat tidak memenuhi persyaratan. Disarankan untuk mempertimbangkan opsi daur ulang atau membuang perangkat tersebut.
Mengingat bahwa peningkatan ke Windows 11 mulai menunjukkan tren kenaikan. Tren ini diperkirakan akan terus berlanjut hingga 14 Oktober, sebagaimana dikutip dari Forbes, Selasa (15/4/2025).
Meski ada penawaran peningkatan gratis, beberapa fitur kontroversial Windows 11 tetap menimbulkan kekhawatiran. Salah satunya adalah Recall yang dapat menyimpan tangkapan layar setiap beberapa detik, sehingga memicu isu privasi.
Pengguna Windows 10 yang tetap menggunakan sistem ini setelah dukungan berakhir menghadapi risiko keamanan serius. Apalagi, kerentanan yang baru ditemukan kini mulai dieksploitasi, makin memperkuat alasan untuk segera memperbarui sistem.
Microsoft merilis pembaruan perbaikan untuk Windows 10 dan Windows 11 setelah Patch Tuesday bulan April. Pembaruan ini mencakup perbaikan masalah kebijakan grup dan pembaruan keamanan penting.
Bagi pengguna Windows 10 versi lama disarankan segera menginstal pembaruan ini. Hal ini penting untuk melindungi perangkat dari berbagai ancaman keamanan.
Dengan berakhirnya dukungan untuk Windows 10, kini saatnya bagi pengguna untuk mempertimbangkan peningkatan ke Windows 11 agar tetap aman dan mendapatkan fitur terbaru.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.








