Akurat

Apple Alami Kesulitan dalam Pengembangan Siri Berbasis AI

Petrus C. Vianney | 18 Maret 2025, 20:54 WIB
Apple Alami Kesulitan dalam Pengembangan Siri Berbasis AI

AKURAT.CO Apple dikabarkan mengalami kendala serius dalam pengembangan fitur kecerdasan buatan (AI) untuk Siri.

Dalam rapat internal yang bocor, pimpinan tim Siri, Robby Walker, mengungkapkan bahwa penundaan ini merupakan situasi yang buruk dan mengakui frustrasi karyawan terhadap lambatnya kemajuan.

Apple awalnya berencana memperkenalkan fitur AI canggih untuk Siri pada Juni lalu, namun hingga kini masih belum ada kepastian kapan pembaruan tersebut akan dirilis. Bahkan, tidak ada jaminan fitur ini akan hadir di iOS 19.

Walker menjelaskan bahwa Apple memiliki prioritas lain yang dianggap lebih mendesak dibandingkan dengan pembaruan Siri.

Selain itu, terdapat ketegangan antara tim Siri dan divisi pemasaran, yang ingin menampilkan fitur AI ini dalam promosi meskipun belum sepenuhnya siap.

Akibatnya, Apple terpaksa menarik iklan iPhone 16 yang menampilkan fitur tersebut dan menambahkan catatan bahwa peluncurannya masih belum ditentukan.

Dikutip dari Bloomberg, Selasa (18/3/2025), salah satu alasan utama penundaan ini adalah masalah kualitas, di mana fitur baru Siri gagal berfungsi dengan baik dalam sepertiga pengujian.

Kendati demikian, Walker menegaskan bahwa Apple berkomitmen untuk menghadirkan pembaruan ini saat sudah benar-benar siap, meskipun kompetitor mungkin telah meluncurkan fitur serupa dalam kondisi yang kurang sempurna.

Apple belum memberikan pernyataan resmi selain konfirmasi sebelumnya bahwa fitur-fitur ini membutuhkan lebih banyak waktu untuk disempurnakan.

Namun, Walker menyebut eksekutif senior Apple, termasuk Craig Federighi dan John Giannandrea, mengambil tanggung jawab penuh atas keterlambatan ini.

"Pelanggan tidak hanya mengharapkan fitur-fitur baru ini tetapi mereka juga menginginkan Siri yang lebih lengkap," ujar Walker.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.