Senator AS Usulkan Larangan DeepSeek, Pengguna Bisa Didenda hingga Rp16 Miliar

AKURAT.CO Seorang senator Amerika Serikat (AS) mengusulkan larangan bagi warga Amerika untuk mengunduh aplikasi AI asal Tiongkok, DeepSeek. Jika aturan ini disahkan, pelanggar bisa didenda hingga $1 juta (sekitar Rp16 miliar) atau dipenjara hingga 20 tahun.
Senator Partai Republik Missouri, Josh Hawley, mengusulkan RUU bernama Undang-Undang Pemisahan AI Amerika dari Tiongkok. RUU ini bertujuan melarang perdagangan teknologi AI dengan Tiongkok dan melindungi kekayaan intelektual AS dari ancaman keamanan nasional.
DeepSeek menjadi sorotan setelah peluncuran model AI R1 yang lebih murah dibanding GPT-4 OpenAI, menimbulkan kekhawatiran di industri teknologi AS. Selain itu, DeepSeek juga diduga menggunakan data OpenAI untuk melatih AI-nya.
Keamanan data pengguna juga menjadi perhatian utama. DeepSeek dikritik karena menyensor topik sensitif, serta mengumpulkan data pengguna yang disimpan di server Tiongkok, yang berisiko diakses oleh pemerintah setempat.
RUU ini mirip dengan larangan TikTok, tetapi lebih ketat karena menyasar langsung individu yang mengunduh aplikasi. Selain itu, aturan ini juga melarang perusahaan AS melakukan penelitian AI di Tiongkok atau berinvestasi di perusahaan AI asal negara tersebut.
"Mengapa kita mengizinkan raksasa teknologi Amerika seperti Microsoft membantu Tiongkok mengembangkan DeepSeek dan AI lainnya? Itu gila. Kita harus segera melarang transfer teknologi AI ke Tiongkok," tulis @HawleyMO dalam postingannya di X, dikutip Jumat (7/2/2025).
Meski begitu, beberapa pihak mengkritik RUU ini sebagai tindakan reaktif yang dapat menghambat inovasi AI open-source di AS, sekaligus mendorong Tiongkok untuk semakin mandiri dalam pengembangan teknologi AI.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini






