Xmail Tantang Dominasi Gmail, Ambisi Elon Musk atau Sekadar Janji Kosong?

AKURAT.CO Elon Musk 'menggoda' publik dengan ide layanan email baru bernama Xmail, yang digadang-gadang dapat menyaingi Gmail.
Namun, di tengah antusiasme ini, para ahli mempertanyakan kemampuan Xmail untuk benar-benar menggeser dominasi Gmail.
Xmail pertama kali mencuat setelah Musk menanggapi keluhan seorang pengguna tentang antarmuka Gmail yang dianggap terlalu rumit.
Musk menyebut Xmail akan menawarkan desain yang lebih sederhana, menyerupai pesan langsung, sehingga lebih praktis untuk pengguna.
Bagi pendukung Musk, ini dianggap sebagai upaya lain dalam merevolusi komunikasi digital.
Namun, skeptisisme muncul, mengingat tantangan besar dalam membangun infrastruktur email yang mampu bersaing dengan Gmail yang sudah memiliki lebih dari 2,5 miliar pengguna.
Dr. Julia Stone, analis teknologi di Washington, menyebut bahwa email saat ini memang membutuhkan inovasi baru.
"Jika ada yang memiliki ambisi dan platform untuk mengatasi pengalaman pengguna email yang sudah ketinggalan zaman, itu adalah Musk," ujarnya, dikutip dari Trtworld.com, Senin (30/12/2024).
Namun, Stone menekankan bahwa skalabilitas dan kepercayaan pengguna akan menjadi tantangan utama bagi Musk.
Salah satu fitur yang menarik perhatian adalah potensi integrasi kecerdasan buatan (AI) dalam Xmail.
Banyak pengguna X berharap AI bisa digunakan untuk menyusun balasan otomatis atau menyederhanakan pencarian email.
Namun, ini masih sebatas wacana dan belum ada konfirmasi konkret dari Musk.
Xmail dianggap sebagai bagian dari visi Musk untuk menjadikan X (sebelumnya Twitter) sebagai 'aplikasi segalanya'.
Dengan layanan yang mencakup komunikasi, hiburan, hingga transaksi keuangan, Musk tampaknya ingin meniru kesuksesan WeChat di Tiongkok.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









