Router TP-Link Terancam Dilarang pada 2025, Apa Penyebabnya?

AKURAT.CO Departemen Perdagangan, Pertahanan dan Kehakiman Amerika Serikat (AS) dilaporkan tengah menyelidiki TP-Link, produsen router asal Tiongkok, atas dugaan risiko keamanan dan hubungannya dengan serangan siber.
Investigasi ini memunculkan kemungkinan larangan penjualan produk TP-Link di AS mulai tahun 2025.
Sejak pandemi, TP-Link menguasai pasar router AS, naik dari 20 persen pada 2019 menjadi sekitar 65 persen tahun ini, meski perusahaan membantah angka tersebut.
Popularitas TP-Link disebabkan oleh harganya yang terjangkau, namun pemerintah AS mencemaskan potensi risiko dari hubungan perusahaan ini dengan pemerintah Tiongkok.
Para ahli keamanan siber berpendapat bahwa risiko TP-Link lebih terkait dengan struktur perusahaan Tiongkok daripada masalah teknis spesifik.
"Orang-orang berharap ada beberapa senjata merokok atau sesuatu di perangkat ini dari produsen Cina, dan apa yang akhirnya Anda temukan adalah masalah yang sama persis di setiap perangkat," ujar Thomas Pace, CEO perusahaan keamanan siber NetRise.
TP-Link sendiri membantah tuduhan tersebut. Perwakilannya mengatakan bahwa hampir semua produk yang dijual di AS diproduksi di Vietnam, bukan Tiongkok.
Namun, sikap pemerintah AS tetap tegas, mencerminkan kekhawatiran terhadap keamanan nasional akibat dominasi produk Tiongkok di sektor telekomunikasi.
Laporan sebelumnya mengungkapkan bahwa router TP-Link pernah digunakan dalam serangan siber yang didukung negara.
Meski demikian, para peneliti menyatakan bahwa kerentanan seperti ini tidak hanya ditemukan pada TP-Link tetapi juga pada merek router lainnya, termasuk yang berbasis di AS.
Menurut Guido Patanella dari Lansweeper, mungkin ada bukti kuat yang hanya diketahui oleh badan intelijen AS
"Saya pikir ini berasal dari intelijen yang lebih dalam di dalam pemerintah AS. Biasanya ini terjadi sebelum informasi menjadi publik," ujarnya, dikutip dari Cnet.com, Selasa (24/12/2024).
Terlepas dari merek router yang digunakan, berikut beberapa cara yang dapat membantu melindungi jaringan Anda:
1. Perbarui firmware secara rutin
Pastikan router Anda memiliki firmware versi terbaru.
2. Ubah kata sandi default
Gunakan kata sandi yang kuat untuk meningkatkan keamanan.
3. Gunakan VPN
Virtual Private Network dapat mengenkripsi data Anda untuk melindungi aktivitas online.
Meski risiko keamanan terkait TP-Link belum terbukti secara spesifik, pengguna tetap disarankan untuk waspada.
Ancaman serangan siber sering kali tidak menargetkan individu, melainkan berupaya menciptakan jaringan node untuk kepentingan peretas.
Pemerintah AS masih mempertimbangkan langkah selanjutnya terkait produk TP-Link.
Sementara itu, merek router ini tetap menjadi pilihan utama di pasar, meski rekomendasinya mulai dipertimbangkan ulang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Link Twibbon Hari Santri 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Memasangnya
- 3Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 4Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 5Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 620 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 7Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 8Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 9KPK Buka Peluang Kembangkan Kasus Korupsi Jalan Sumut ke Pemprov, Bobby Nasution Disorot
- 10Perusahaan Asing Harus Bertanggung Jawab Atas Karhutla, Prabowo: Kita Cabut Izinnya







