Industri Telekomunikasi Optimis Hadapi Tantangan dengan Transformasi Digital

AKURAT.CO Industri telekomunikasi Indonesia menghadapi tantangan besar, seperti persaingan harga, serangan layanan Over The Top (OTT) dan penurunan pendapatan layanan suara dan SMS.
Namun, Direktur Utama Telkom, Ririek Adriansyah, optimis bahwa transformasi digital dapat menjadi solusi. Telkom fokus pada integrasi layanan fixed dan mobile broadband, pengembangan pusat data, serta inisiatif digital baru untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
"Telkom terus mendukung pengembangan infrastruktur seperti fiber optik dan data center untuk mendukung kedaulatan digital serta pertumbuhan ekonomi nasional," ujar Ririek, dalam bincang media yang digelar di Jakarta Selatan, Kamis (12/12/2024).
Wakil Direktur Utama Indosat Ooredoo Hutchison, Danny Buldansyah, menyebut ekonomi digital Indonesia diproyeksikan mencapai Rp1.800 triliun pada 2027. Indosat fokus pada teknologi AI dan big data dengan program seperti 'Sahabat AI' bersama GoTo dan NVIDIA.
"Keberhasilan sektor telekomunikasi akan mendorong pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia," kata Djatmiko Djati selaku PLT. Direktur Eksekutif Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI).
Sementara itu, Ismail, Plt. Dirjen Teknologi Pemerintah Digital Komdigi, menyebut tiga pendekatan pemerintah untuk membangun konektivitas, seperti pembangunan langsung, sinergi dengan sektor swasta dan dukungan internasional.
Dengan target ekonomi digital mencapai 19 persen dari PDB pada 2045, pemerintah berkomitmen meningkatkan literasi digital dan regulasi yang mendukung kompetisi sehat.
"Dengan sinergi, kita bisa menciptakan solusi digital yang berkualitas, terjangkau dan berdampak luas," Ismail menutup.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









