Akurat

Google : Ekonomi Digital Indonesia Bakal Jadi yang Terbesar di Asia Tenggara pada 2024

Leo Farhan | 13 November 2024, 17:59 WIB
Google : Ekonomi Digital Indonesia Bakal Jadi yang Terbesar di Asia Tenggara pada 2024

AKURAT.CO Menurut laporan e-Conomy SEA 2024 terbaru yang disusun oleh Google, Temasek, dan Bain & Company, ekonomi digital Indonesia akan mencapai Gross Merchandise Value (GMV) sebesar $90 miliar pada tahun 2024, naik 13% dibandingkan tahun 2023, menjadikannya GMV terbesar di Asia Tenggara.

Sektor e-commerce, yang masih menjadi kontributor terbesar bagi ekonomi digital, tumbuh
11% menjadi GMV $65 miliar pada tahun 2024, seiring dengan terus berinovasinya platform
e-commerce besar yang juga menawarkan fitur-fitur baru seperti video commerce untuk
meningkatkan pengalaman pengguna dalam berbelanja.

Veronica Utami, Country Director Google Indonesia mengatakan Indonesia merupakan pasar dengan pertumbuhan tercepat kedua terkait jumlah video yang diupload kreator, dengan peningkatan CAGR sebesar 16% dari tahun 2022 hingga 2024.

“Seiring berkembangnya lanskap digital, kami melihat video commerce dan ekonomi kreator
terus bertumbuh. Komunitas kreator video yang berkembang pesat di Indonesia, yang
merupakan komunitas dengan pertumbuhan tercepat kedua di kawasan ini setelah Singapura,
menandakan potensi besar yang dimiliki Indonesia di bidang ini," sebutnya dalam konferensi pers di kawasan Jakarta Selatan, Rabu (13/11/2024).

Layanan keuangan digital (DFS) dan perjalanan online disebutkan sedang menjalani penyesuaian strategis untuk memastikan keberlanjutan bisnis, mulai dari mengoptimalkan biaya operasional dan memperluas ke pasar-pasar baru, hingga memanfaatkan penggunaan teknologi AI.
Perusahaan-perusahaan teknologi besar di Indonesia secara strategis melakukan ekspansi ke
kota-kota kecil, tempat mereka dapat menyerap talenta-talenta baru dan mendorong perekonomian regional.

Aadarsh Baijal, Partner di Bain & Company mengatakan ekonomi digital Asia Tenggara terus berkembang pesat, dengan pertumbuhan GMV dan pendapatan dua digit yang berkelanjutan serta lonjakan profitabilitas di berbagai sektor yang dipimpin oleh para pemain penting.

"Indonesia memainkan peran penting dalam mendorong pertumbuhan ini sebagai ekonomi digital terbesar di kawasan dan kami memperkirakan GMV akan naik dua kali lipat hingga tahun 2030, terutama didorong oleh sektor e-commerce dan perjalanan online, khususnya dengan peningkatan perjalanan intra-regional," sebut dia.

"Pada saat yang sama, layanan keuangan digital juga terus berkembang meskipun ada langkah-langkah regulasi yang ketat. Kelas menengah yang terus tumbuh dan kebutuhan terhadap pengelolaan keuangan yang lebih baik, terutama pada masa pascapandemi, akan semakin meningkatkan permintaan produk dan layanan di sektor-sektor ini," jelas Aadarsh.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.