Presiden Trump Diminta Tunjuk Elon Musk Memimpin Kebijakan AI di AS

AKURAT.CO Sebuah petisi publik dari kelompok advokasi AI nirlaba, Americans for Responsible Innovation (ARI), mendorong Presiden terpilih Donald Trump untuk menunjuk Elon Musk sebagai penasihat khusus di bidang kecerdasan buatan (AI).
Petisi ini menyebut Musk sebagai sosok yang tepat untuk membantu Amerika Serikat (AS) memimpin teknologi AI secara aman dan bertanggung jawab. Petisi ini, yang didukung oleh mantan perwakilan Demokrat Brad Carson, menyoroti peran Musk dalam industri AI.
ARI menyatakan bahwa Musk, dengan rekam jejaknya di bidang teknologi, termasuk kontribusinya dalam mendirikan OpenAI dan perusahaan barunya, xAI, mampu membantu pemerintah memahami tantangan serta risiko dari pengembangan teknologi AI.
Meskipun Musk pernah mengkritik OpenAI, termasuk mengusulkan moratorium pengembangan AI generatif yang lebih canggih, ARI yakin konflik kepentingan ini dapat diatasi.
"Musk akan menjadi aset yang tak ternilai untuk membantu administrasi Trump menavigasi pengembangan teknologi transformasional ini," ungkap ARI, menargetkan 10.000 tanda tangan untuk petisi ini, dikutip dari Theverge.com, Selasa (12/11/2024).
Menurut David Robusto, analis kebijakan ARI, Musk dapat menjadi pendorong utama keamanan AI di pemerintahan. Dukungan Musk terhadap RUU keamanan AI dan seruannya untuk pengawasan ketat menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan AI yang aman.
Jika Musk menerima peran ini, ia diharapkan mampu mendukung kebijakan keamanan AI dengan menyarankan perlindungan bagi lembaga-lembaga penting seperti National Institute of Standards and Technology (NIST).
"Dengan pagar pembatas yang tepat, kombinasi unik keahlian teknis dan advokasi keselamatannya dapat menjadi aset berharga dalam mengembangkan tata kelola AI yang bertanggung jawab," tulis Robusto.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 2Amanda Rigby Umur Berapa? Ini Profil, Pendidikan dan Kariernya
- 3ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 4Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 5Persija Terpaksa Jamu Java United di Bali, Terancam Pengurangan Poin Jika 4 Kali Musafir
- 6Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 7Kenapa Thailand Ingin Berantas Ikan Nila Hitam? Ini 5 Alasannya
- 8Prediksi Skor Sunderland vs AZ Alkmaar 17 September 2026: The Black Cats Bisa Tahan Tim Belanda?
- 9Prabowo Pimpin Sidang DEN di Istana, Instruksikan Persiapan E50 untuk Perkuat Kemandirian Energi
- 10Terungkap di Sidang Korupsi Kuota Haji: Anak Buah Bos Maktour Setor USD10 Ribu ke Pejabat Kemenag







