Akurat

Atasi Kecanduan Gadget pada Anak, Algorithmics Kenalkan Pembelajaran Pemrograman

Mukodah | 5 November 2024, 23:29 WIB
Atasi Kecanduan Gadget pada Anak, Algorithmics Kenalkan Pembelajaran Pemrograman

AKURAT.CO Kecanduan gadget pada anak-anak menjadi perhatian serius di Indonesia.

Menurut laporan Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2022, sebanyak 33,44 persen anak usia dini (0-6 tahun) di Indonesia sudah dapat menggunakan ponsel pintar atau smartphone.

Selain itu, 24,96 persen anak-anak di kelompok usia yang sama telah mampu mengakses internet.

Data ini menunjukkan bahwa paparan terhadap perangkat digital dan teknologi semakin meluas, bahkan di usia yang sangat muda.

Hal ini diperkuat oleh laporan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang mengungkapkan adanya peningkatan kasus kecanduan gadget di kalangan anak-anak.

Dan berujung pada masalah kesehatan mental, gangguan perilaku serta berkurangnya kemampuan sosial.

Kondisi ini mengharuskan para orang tua untuk lebih peduli terhadap dampak negatif yang mungkin timbul.

Baca Juga: Tom Lembong Ajukan Praperadilan, Tantang Keabsahan Status Tersangka

Di sisi lain, para orang tua juga perlu peka terhadap kemampuan anak-anak di era modern ini.

Oleh karena itu, pengawasan yang aktif sangat penting untuk mengoptimalkan potensi mereka sekaligus mencegah risiko negatif yang tidak diinginkan.

Salah satu langkah yang dapat diambil adalah mencari sekolah yang tepat, seperti Algorithmics, yang fokus pada pengembangan keterampilan digital dan pemrograman.

Sekolah seperti ini dapat membantu anak-anak mengasah kemampuan mereka dalam lingkungan yang positif dan mendukung.

Algorithmics merupakan sekolah pemrograman internasional, hadir menawarkan solusi untuk mengatasi tantangan tersebut.

Melalui program pendidikan pemrograman yang inovatif, Algorithmics membantu anak-anak mengubah ketergantungan pada gadget menjadi aktivitas yang lebih produktif yang membangun keterampilan penting.

Melalui pembelajaran coding, siswa diajak untuk berpikir secara logis, memecahkan masalah dan menjadi lebih kreatif.

Semua elemen kunci untuk menghadapi tantangan dunia digital masa depan.

"Program kami dirancang untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk melihat teknologi tidak hanya sebagai alat hiburan, tetapi juga sebagai sarana belajar dan menciptakan sesuatu yang bermanfaat," ujar COO Algorithmics Indonesia, Taufiq Wisnu, melalui keterangannya, Selasa (5/11/2024).

"Kami yakin dengan keterampilan yang tepat, anak-anak akan lebih percaya diri menatap masa depan mereka dan bahkan bisa membawa perubahan positif melalui teknologi," tambahnya.

Sejak didirikan, Algorithmics telah meluluskan lebih dari 1,1 juta siswa di seluruh dunia.

Dengan visi untuk menciptakan generasi digital yang kompetitif dan adaptif.

Algorithmics terus berkomitmen untuk mengembangkan kurikulum yang relevan dan inspiratif bagi siswa di Indonesia, termasuk di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung dan Bandarlampung.

Baca Juga: Waze Hadirkan Fitur Pelaporan Bahaya dengan Suara untuk Pengguna

Taufiq mengatakan, kisah sukses dari para siswa yang mampu memanfaatkan keterampilan mereka untuk menciptakan solusi inovatif adalah bukti nyata bahwa dengan dukungan yang tepat.

Anak-anak bisa mengatasi kecanduan gadget dan mengubah dunia mereka melalui teknologi.

"Di Algorithmics, kami berkomitmen untuk terus mendukung inovasi anak-anak dalam menghadapi tantangan masa depan," tutupnya.

Berikut manfaat pendidikan pemrograman bagi anak-anak menurut Algorithmics.

Program pembelajaran di Algorithmics memberikan banyak manfaat bagi perkembangan anak-anak, di antaranya:

1. Meningkatkan kemampuan berpikir logis dan analitis.

Pemrograman mengajarkan anak-anak untuk berpikir secara sistematis dan menemukan solusi untuk masalah yang kompleks.

2. Mengasah kreativitas

Siswa didorong untuk menciptakan proyek-proyek coding yang inovatif, yang tidak hanya mengasah kreativitas mereka tetapi juga memperkuat rasa percaya diri.

3. Mengurangi kecanduan gadget yang tidak produktif

Dengan menggantikan aktivitas pasif menjadi pembelajaran yang produktif, siswa dapat menggunakan teknologi dengan lebih sehat dan seimbang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
Mukodah
W
Editor
Wahyu SK