Teknologi Pintar dan Ramah Lingkungan Jadi Sorotan di Pameran China-ASEAN

AKURAT.CO Pameran China-ASEAN yang berlangsung di Nanning, Guangxi, menampilkan inovasi dalam teknologi konstruksi, termasuk pemuat mekanis cerdas yang dapat mengoperasikan diri tanpa pengemudi.
Teknologi ini, yang dikembangkan oleh Guangxi LiuGong Machinery Co., Ltd., semakin diminati oleh perusahaan-perusahaan pertambangan dan konstruksi di negara-negara ASEAN.
Menurut Li Dongchun, manajer senior perusahaan, LiuGong berkomitmen untuk memenuhi permintaan akan produk yang berkelas dan terpersonalisasi, dengan fokus pada elektrifikasi dan kecerdasan mesin.
Pameran ini menampilkan delapan produk listrik, termasuk pemuat, ekskavator dan forklift, mencerminkan peningkatan minat terhadap teknologi hijau.
Perdagangan antara China dan ASEAN telah tumbuh pesat, dengan volume perdagangan mencapai 6,41 triliun yuan pada tahun 2023, naik dari 876,4 miliar yuan pada 2004.
Dalam rangka mendorong inovasi dan pembangunan berkelanjutan, China dan ASEAN menjajaki kolaborasi di bidang kecerdasan buatan dan energi bersih.
Selama acara, 109 kesepakatan baru ditandatangani, mencakup sektor energi baru dan manufaktur canggih.
Perusahaan teknologi hijau seperti Envision Group melihat pameran ini sebagai peluang untuk menjalin koneksi dengan pelanggan di ASEAN, terutama dalam bidang energi terbarukan.
Proyek fotovoltaik terapung di Waduk Sirindhorn, Thailand, yang didukung oleh China, menjadi contoh konkret dari kerjasama energi hijau yang tengah berlangsung.
"ASEAN adalah pasar strategis utama untuk pengembangan bisnis internasional perusahaan kami," kata Song Hailiang, ketua perusahaan, dikutip dari English.www.gov.cn, Jumat (27/9/2024).
Kolaborasi ini bertujuan untuk menciptakan perkembangan berkelanjutan dan rendah karbon di kawasan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









