Waspada Penipuan Online di Sektor Pendidikan Jelang Tahun Ajaran Baru

AKURAT.CO Menjelang dimulainya tahun ajaran baru, Kaspersky melaporkan peningkatan signifikan dalam aktivitas penipuan online yang menargetkan individu di sektor pendidikan.
Penjahat siber memanfaatkan momen persiapan sekolah untuk melancarkan serangan phishing, terutama dengan sasaran siswa, guru dan staf administrasi. Tahun ini, metode penipuan semakin canggih dan terarah, dengan fokus pada pencurian data pribadi.
Salah satu metode yang terdeteksi adalah penggunaan formulir online palsu, seperti Google Forms dan SurveyHeart.com, untuk mencuri informasi sensitif.
Kaspersky menemukan serangan yang menyasar mahasiswa di Universitas Neumann, Amerika Serikat (AS), di mana korban diminta mengisi survei palsu yang memuat permintaan informasi pribadi, termasuk nama, nomor telepon dan kata sandi akun.
"Penipuan ini tidak hanya sekadar pencurian data langsung, tetapi juga dapat mengakibatkan konsekuensi yang lebih serius dan jangka panjang," ujar Olga Svistunova selaku pakar keamanan Kaspersky, dalam keterangan tertulis yang diterima Akurat.co, Minggu (8/9/2024).
Selain itu, tim Kaspersky juga mengungkap modus penipuan hadiah palsu yang menjanjikan gadget seperti iPhone, iPad dan laptop. Korban diharuskan memberikan data pribadi dan membagikan tautan undian ke sejumlah kontak melalui WhatsApp.
Penipuan ini ditandai dengan permintaan biaya pengiriman hadiah, yang menjadi tanda jelas dari aksi penipuan. Untuk menghindari penipuan ini, Kaspersky memberikan beberapa tips:
- Waspadai penawaran yang terlihat terlalu baik untuk menjadi kenyataan.
- Verifikasi setiap informasi yang diterima sebelum mengambil tindakan.
- Hindari membagikan data pribadi tanpa memastikan keabsahan sumber.
- Gunakan situs resmi atau platform terpercaya untuk transaksi online.
- Aktifkan autentikasi multifaktor (MFA) untuk melindungi akun daring.
Dengan cara-cara ini, Kaspersky berharap dapat membantu masyarakat lebih waspada terhadap ancaman siber di dunia pendidikan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









