X Tutup Operasional di Brasil karena Perintah Sensor Hakim

AKURAT.CO X mengumumkan rencana penutupan operasinya di Brasil segera efektif untuk melindungi keselamatan stafnya, menyusul perintah dari hakim Brasil, Alexandre de Moraes.
Perusahaan media sosial yang dimiliki Elon Musk ini mengklaim bahwa Moraes mengancam akan menangkap perwakilan hukum mereka jika tidak menghapus konten tertentu dari platformnya.
X mengungkapkan dokumen yang diduga ditandatangani Moraes, yang mencantumkan denda harian sebesar 20.000 reais (sekitar Rp 57 jutaan) dan ancaman penangkapan terhadap perwakilan X, Rachel Nova Conceicao, jika perusahaan tidak mematuhi perintah tersebut.
"Untuk melindungi keselamatan staf kami, kami telah membuat keputusan untuk menutup operasi kami di Brasil, efektif segera," kata X, dikutip Senin (19/8/2024).
Mahkamah Agung Brasil, tempat Moraes bertugas, belum memberikan komentar mengenai keaslian dokumen tersebut. Meskipun operasi X ditutup, layanan platform ini tetap dapat diakses oleh pengguna di Brasil.
Sebelumnya, Moraes memerintahkan X untuk memblokir akun-akun tertentu terkait dengan 'milisi digital' yang diduga menyebarkan berita palsu dan pesan kebencian.
Dikutip dari Gadgets360.com, perintah ini muncul setelah Elon Musk berjanji untuk mengaktifkan kembali akun-akun yang telah diblokir, yang dianggap Musk sebagai 'tidak konstitusional'.
Dalam responsnya, X berjanji akan mematuhi putusan tersebut setelah menyadari adanya 'kesalahan operasional' yang menyebabkan akun yang harusnya diblokir masih aktif.
Musk mengkritik Moraes sebagai 'aib mutlak bagi keadilan' dan menolak tuntutan sensor serta permintaan informasi pribadi yang dinilai tidak adil.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








