Pakar Keamanan Ungkap Risiko Copilot AI Microsoft Terhadap Serangan Siber

AKURAT.CO Microsoft Copilot AI, yang terintegrasi dalam Windows, bisa menjadi celah bagi peretas untuk mencuri informasi penting perusahaan. Kabarnya, ada potensi bagi pihak yang tidak bertanggung jawab untuk memanfaatkan Copilot dalam aksi kejahatan siber.
Michael Bargury, seorang ahli komputer terkemuka, menyampaikan peringatan ini dalam sebuah konferensi keamanan. Ia menjelaskan bahwa peretas bisa menipu Copilot untuk mendapatkan alamat email karyawan perusahaan.
Lebih lanjut, Copilot bisa digunakan untuk menyusun email palsu yang terlihat sangat meyakinkan, yang bertujuan menipu penerima agar memberikan informasi pribadi atau uang. Hal ini bisa berdampak besar terhadap keamanan perusahaan.
Bargury juga mengungkap bahwa peretas mampu memanipulasi transaksi perbankan hanya dengan menggunakan email dan Copilot, yang memungkinkan mereka mengalihkan dana ke rekening yang tidak semestinya. Ancaman ini sangat berbahaya dan dapat menyebabkan kerugian finansial yang signifikan bagi perusahaan.
Risiko yang dihadapi ini menyoroti pentingnya menjaga keamanan teknologi AI. Potensi peretas untuk menyalahgunakan alat seperti Copilot menegaskan perlunya peningkatan praktik keamanan.
Dikutip dari Gizchina.com, Senin (12/8/2024), seiring perkembangan AI yang semakin canggih, langkah-langkah untuk menjaga keamanan teknologi ini harus semakin diperketat.
Ancaman peretasan terhadap Copilot AI adalah masalah serius yang perlu menjadi perhatian perusahaan. Perlindungan sistem dan informasi sensitif dari serangan siber harus menjadi prioritas utama.
Dalam diskusi keamanan AI, para pengembang perlu fokus pada upaya memperkuat keamanan alat AI agar tetap aman dan terlindungi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









