Akurat

Ancam Blokir, Pemerintah AS Desak ByteDance Lepaskan TikTok

Yusuf Tirtayasa | 22 April 2024, 22:11 WIB
Ancam Blokir, Pemerintah AS Desak ByteDance Lepaskan TikTok

AKURAT.CO Pemerintah Amerika Serikat (AS) telah mengajukan undang-undang baru yang menuntut ByteDance, perusahaan induk TikTok, untuk menjual TikTok atau terancam diblokir di pasar AS. RUU tersebut, yang telah disetujui oleh DPR AS, berpotensi mengubah wajah media sosial TikTok di AS.

Undang-undang baru tersebut memberikan dua pilihan kepada TikTok. Pertama, TikTok harus menjadi entitas tersendiri di AS dengan menjual sahamnya kepada perusahaan non-China. Pilihan kedua adalah diblokir sepenuhnya dari pasar AS, mengakibatkan 170 juta pengguna aktif TikTok di AS kehilangan akses.

Pemerintah AS, dipimpin oleh Presiden Joe Biden, ingin memisahkan TikTok dari China. Keterlibatan China dalam ByteDance menciptakan kekhawatiran akan potensi penggunaan data warga AS untuk tujuan mata-mata.

ByteDance diberi waktu enam bulan untuk menjual TikTok kepada perusahaan non-China. Jika gagal, TikTok akan diblokir dari pasar AS pada Oktober 2024. Kegagalan dalam menjual TikTok akan menyebabkan ByteDance kehilangan kontrol atas aplikasi dan algoritma penting yang mengatur konten.

Sejumlah pihak, termasuk CEO Elon Musk, mengkritik rencana pemblokiran TikTok sebagai pelanggaran terhadap kebebasan berbicara. TikTok telah mengajukan keberatan hukum, dengan alasan bahwa undang-undang baru tersebut mengancam hak kebebasan berekspresi jutaan pengguna.

TikTok telah memobilisasi pengguna aktifnya di AS untuk menentang undang-undang tersebut. Dengan menghabiskan jutaan dolar untuk iklan dan melalui kampanye lobinya, TikTok berupaya keras untuk mempengaruhi keputusan Kongres AS.

Dikutip dari Wsj.com, Senin (22/4/2024), TikTok telah menunjukkan kesuksesan dalam menghadapi tantangan hukum sebelumnya, menunjukkan kemungkinan bahwa mereka dapat memperjuangkan hak mereka melalui pengadilan.

Dengan demikian, perjuangan antara pemerintah AS dan TikTok belum berakhir, dan masa depan TikTok di pasar AS masih menjadi tanda tanya besar.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.