Bersaing dengan Adobe, Canva Akusisi Affinity untuk Melengkapi Rangkaian Desain
Iwan Gunawan | 29 Maret 2024, 11:30 WIB

- Platform desain berbasis web Canva telah mengakuisisi rangkaian perangkat lunak kreatif Affinity. Hal ini menjadi suatu terobosan agar dapat bersaing dengan Adobe dalam industri desain digital.
Canva mengumumkan kesepakatan tersebut pada hari Selasa, yang memberikan perusahaan kepemilikan atas Affinity Designer, Photo, dan Publisher tiga aplikasi kreatif populer untuk Windows, Mac, dan iPad yang masing-masing menyediakan fitur serupa dengan perangkat lunak Adobe Illustrator, Photoshop, dan InDesign.
Kesepakan harga Canva mengakusisi Affinity belum diungkapkan, namun Bloomberg melaporkan bahwa nilai kesepakatan tersebut senilai beberapa ratus juta pound [Inggris]. Namun, akuisisi ini dinilai masuk akal karena perusahaan yang berbasis di Australia ini mencoba menarik lebih banyak pengguna.
Kesepakan harga Canva mengakusisi Affinity belum diungkapkan, namun Bloomberg melaporkan bahwa nilai kesepakatan tersebut senilai beberapa ratus juta pound [Inggris]. Namun, akuisisi ini dinilai masuk akal karena perusahaan yang berbasis di Australia ini mencoba menarik lebih banyak pengguna.
Baca Juga: Cara Mudah Membuat Video Animasi Pembelajaran Melalui Canva
Pada bulan Januari tahun ini, platform desain Canva menarik sekitar 170 juta pengguna global tiap bulanannya. Banyak orang yang mungkin tidak menggunakan perangkat lunak setara Adobe seperti Express, namun tidak seperti Adobe, Canva tidak memiliki aplikasi desain sendiri yang menargetkan profesional kreatif seperti ilustrator, fotografer, dan editor video.
“Meskipun dekade terakhir kami di Canva sangat berfokus pada 99 persen pekerja berpengetahuan tanpa pelatihan desain, pemberdayaan dunia dalam bidang desain sebenarnya juga mencakup pemberdayaan desainer profesional,” kata Canva dalam siaran pers yang mengumumkan kesepakatan tersebut.
“Dengan bergabung bersama Affinity, kami bersemangat untuk membuka seluruh spektrum desainer di setiap level dan tahap perjalanan desain,” tambahnya.
Menurut Canva, aplikasi Affinity telah digunakan oleh lebih dari tiga juta pengguna global. Jumlah tersebut hanya sebagian kecil dari basis pengguna Adobe, namun Affinity tidak boleh diremehkan dalam hal ini.
Pada bulan Januari tahun ini, platform desain Canva menarik sekitar 170 juta pengguna global tiap bulanannya. Banyak orang yang mungkin tidak menggunakan perangkat lunak setara Adobe seperti Express, namun tidak seperti Adobe, Canva tidak memiliki aplikasi desain sendiri yang menargetkan profesional kreatif seperti ilustrator, fotografer, dan editor video.
“Meskipun dekade terakhir kami di Canva sangat berfokus pada 99 persen pekerja berpengetahuan tanpa pelatihan desain, pemberdayaan dunia dalam bidang desain sebenarnya juga mencakup pemberdayaan desainer profesional,” kata Canva dalam siaran pers yang mengumumkan kesepakatan tersebut.
“Dengan bergabung bersama Affinity, kami bersemangat untuk membuka seluruh spektrum desainer di setiap level dan tahap perjalanan desain,” tambahnya.
Menurut Canva, aplikasi Affinity telah digunakan oleh lebih dari tiga juta pengguna global. Jumlah tersebut hanya sebagian kecil dari basis pengguna Adobe, namun Affinity tidak boleh diremehkan dalam hal ini.
Keunggulan Affinity yakni pengguna hanya perlu membeli satu kali tanpa biaya langganan berkelanjutan. Terutama di kalangan pengguna yang secara aktif mencari alternatif serupa Adobe dengan harga yang lebih murah.
Dalam wawancara dengan Sydney Morning Herald, salah satu pendiri Canva, Cameron Adams, mengatakan bahwa aplikasi Affinity akan tetap terpisah dari platform Canva, namun beberapa integrasi kecil diperkirakan akan terjadi seiring berjalannya waktu.
“Tim produk kami sudah mulai mengobrol dan kami memiliki beberapa rencana segera untuk integrasi ringan, namun menurut kami produknya sendiri akan selalu terpisah,” kata Adams.
Dengan bergabungnya Affinity dan 90 karyawannya yang berbasis di Inggris, Canva memiliki lebih banyak peluang untuk bersaing dengan Adobe di pasar perangkat lunak kreatif yang lebih luas. Mengingat betapa menariknya platform Canva yang berfokus pada kesederhanaan bagi para kreatif, platform ini mungkin memiliki peluang nyata untuk memikat para profesional yang bosan dengan Adobe.
Dalam wawancara dengan Sydney Morning Herald, salah satu pendiri Canva, Cameron Adams, mengatakan bahwa aplikasi Affinity akan tetap terpisah dari platform Canva, namun beberapa integrasi kecil diperkirakan akan terjadi seiring berjalannya waktu.
“Tim produk kami sudah mulai mengobrol dan kami memiliki beberapa rencana segera untuk integrasi ringan, namun menurut kami produknya sendiri akan selalu terpisah,” kata Adams.
Dengan bergabungnya Affinity dan 90 karyawannya yang berbasis di Inggris, Canva memiliki lebih banyak peluang untuk bersaing dengan Adobe di pasar perangkat lunak kreatif yang lebih luas. Mengingat betapa menariknya platform Canva yang berfokus pada kesederhanaan bagi para kreatif, platform ini mungkin memiliki peluang nyata untuk memikat para profesional yang bosan dengan Adobe.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









