Akurat Logo

Gawat! Industri Minyak dan Gas Alami Peningkatan Serangan Siber

Petrus C. Vianney | 22 Maret 2024, 19:05 WIB
Gawat! Industri Minyak dan Gas Alami Peningkatan Serangan Siber

AKURAT.CO - Pada paruh kedua tahun 2023, laporan dari ICS CERT Kaspersky mengungkapkan peningkatan serangan terhadap sektor minyak dan gas. Laporan ini memberikan gambaran tentang tren keamanan siber di industri ini.

Menurut analisis Kaspersky, ada penurunan dalam persentase komputer Teknologi Operasional (OT) yang diserang, menjadi 31,9 persen dari 34,0 persen di paruh pertama tahun 2023. Meskipun ada penurunan, serangan melalui internet tetap menjadi sumber utama risiko siber, diikuti oleh email klien dan media yang dapat dipindahkan.

Namun, temuan yang mengkhawatirkan adalah peningkatan 1,4 kali lipat dalam miner yang diblokir pada sistem kontrol industri untuk Windows di paruh kedua tahun 2023. Ini menunjukkan peningkatan taktik penyerang yang mengeksploitasi kerentanan untuk keuntungan finansial.

Analisis regional menunjukkan variasi dalam lanskap ancaman, dengan Afrika mengalami tingkat serangan tertinggi dan Eropa Utara yang lebih rendah. Penting untuk mengatasi masalah keamanan siber secara spesifik di setiap negara, mengingat perbedaan dampak ancaman.

Laporan juga mengidentifikasi otomatisasi bangunan sebagai sektor yang paling ditargetkan, sementara sektor migas mengalami peningkatan serangan setelah penurunan sebelumnya.

"Laporan kami mencakup perincian mengenai ancaman spesifik secara regional, negara dan industri yang mampu menjangkau sistem OT, diharapkan ini dapat membantu organisasi menyesuaikan strategi keamanan siber mereka," ujar Evgeny Goncharov selaku kepala ICS CERT Kaspersky, dalam keterangan tertulis yang diterima Akurat.co, Rabu (20/3/2024).

Jaga komputer OT Anda dengan melakukan security assessments berkala, pembaruan tepat waktu dan penggunaan solusi deteksi dan respons insiden seperti yang direkomendasikan oleh para ahli Kaspersky.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.