Akurat Logo

Moto3 Australia: Angin Kencang Hambat Laju di Practice, Veda Ega Pratama Siap Bangkit Berburu Q2

Dian Eko Prasetio | 23 Oktober 2026, 18:37 WIB
Moto3 Australia: Angin Kencang Hambat Laju di Practice, Veda Ega Pratama Siap Bangkit Berburu Q2
Pembalap Honda Team Asia asal Indonesia, Veda Ega Pratama, saat memacu motornya pada Race Moto3 Indonesia 2026 di Sirkuit Internasional Mandalika, Lombok Tengah, NTB, Minggu (11/10/2026). ANTARA/Fikri Yusuf.

AKURAT.CO, Langkah pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, untuk langsung mengamankan tiket Kualifikasi 2 (Q2) pada seri ke-18 Kejuaraan Dunia Moto3 GP Australia 2026 harus tertahan.

Bertarung di Sirkuit Phillip Island, Ventnor, Australia Jumat (23/10/2026), Veda Ega Pratama harus puas mengakhiri sesi Practice Moto3 Australia sore hari di posisi ke-16 (P16).

Rookie Honda Team Asia berusia 17 tahun itu sejatinya mengawali debutnya di lintasan pesisir Australia dengan sangat menjanjikan pada Practice Moto3 Australia kali ini.

Pada sesi Latihan Bebas 1 (FP1) pagi hari, Veda Ega Pratama berhasil merangsek ke posisi ketujuh (P7) usai menempel dan mempelajari jalur balap (racing line) para pembalap senior.

Baca Juga: Moto3 Australia: Sempat 7 Besar di FP1, Veda Ega Pratama Terlempar ke P16 di Sesi Practice

Namun, perubahan cuaca ekstrem berupa tiupan angin kencang di pesisir Phillip Island pada sesi Practice sore hari cukup menyulitkan laju Honda NSF250RW miliknya.

Meski mempertajam catatan waktunya menjadi satu menit 36,248 detik, Veda belum berhasil menembus zona 14 besar untuk lolos langsung ke Q2.

Perjuangan Veda Ega Pratama Menaklukkan Angin dan Pembelajaran Sirkuit Baru

Kegagalan menembus 14 besar tak membuat mental Veda menciut. Pembalap bernomor start 9 tersebut menilai dinamika di hari pertama merupakan proses pembelajaran berharga untuk menaklukkan sirkuit baru dengan karakter tikungan cepat (high-speed layout).

"Ini pertama kalinya saya membalap di sini, dan sesi pagi tidak terlalu buruk. Saya mencoba mengikuti beberapa pembalap yang lebih berpengalaman di trek ini, mempelajari jalur mereka, dan memahami cara menaklukkan tikungan," kata Veda melalui keterangan resminya.

Ia menambahkan bahwa perubahan kondisi angin di sore hari menjadi tantangan tersendiri yang memicu beberapa kesalahan kecil saat mengejar catatan waktu terbaik.

"Di sore hari, kami membuat beberapa penyesuaian pada motor, tetapi angin jauh lebih kencang daripada pagi hari, jadi saya harus memahami bagaimana angin memengaruhi kondisi," kata Veda.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.