Akurat

Elon Musk Ajukan Gugatan Terhadap OpenAI, Ada Apa?

Petrus C. Vianney | 6 Maret 2024, 22:00 WIB
Elon Musk Ajukan Gugatan Terhadap OpenAI, Ada Apa?

AKURAT.CO - Pengusaha sekaligus miliarder dunia Elon Musk telah mengambil tindakan hukum terhadap OpenAI, pencipta ChatGPT, dengan klaim bahwa mereka telah mengesampingkan tujuan awal mereka untuk memajukan kecerdasan buatan demi kemanusiaan, bukan demi keuntungan semata.

Musk, pada Kamis malam di Pengadilan Tinggi California, menuduh CEO OpenAI, Sam Altman dan pendiri lainnya telah melanggar kontrak dengan mengubah fokus perusahaan dari misi semula untuk mengembangkan kecerdasan umum buatan (AGI) yang bermanfaat bagi manusia menjadi orientasi pada profit.

OpenAI, yang sebelumnya dianggap sebagai pionir dalam bidang kecerdasan buatan, telah menarik perhatian dengan rilis model bahasa kuat, GPT-4, yang Musk klaim secara substansial merupakan produk Microsoft. Ini menimbulkan pertanyaan tentang komitmen OpenAI terhadap misi awalnya.

Musk juga menyoroti keprihatinannya terhadap Alphabet Inc, induk perusahaan Google, yang juga aktif dalam pengembangan AGI. Dia khawatir bahwa fokus pada keuntungan finansial bisa mengarah pada risiko besar bagi masyarakat.

Dikutip dari Reuters.com, Rabu (6/3/2024), Musk meminta pengadilan memaksa OpenAI untuk membagikan penelitian dan teknologi mereka secara publik, serta mencegah penggunaan aset perusahaan, termasuk GPT-4, untuk keuntungan finansial Microsoft atau individu lainnya.

Meskipun OpenAI dan Microsoft belum memberikan komentar, beberapa ahli memperkirakan bahwa tuduhan Musk mungkin tidak akan bertahan di pengadilan.

Selain itu, Musk juga telah meluncurkan startup kecerdasan buatan pribadinya, xAI, yang menjanjikan persaingan dengan OpenAI. Startup ini telah meluncurkan Grok, pesaing ChatGPT dan berupaya menciptakan AI yang mengejar kebenaran maksimal.

Selain gugatan ini, Musk telah menegaskan minatnya dalam kecerdasan buatan melalui Tesla dan menyerukan regulasi yang lebih ketat untuk AI guna mengurangi risiko terhadap manusia.

Dengan perkembangan ini, persaingan di bidang kecerdasan buatan semakin memanas, dengan perusahaan-perusahaan besar berlomba-lomba untuk menghasilkan inovasi AI generatif yang baru.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.