Akurat Logo

AI Punya Dampak pada Percintaan, Solusi untuk Kesepian atau Tantangan Baru?

Petrus C. Vianney | 18 Februari 2024, 14:47 WIB
AI Punya Dampak pada Percintaan, Solusi untuk Kesepian atau Tantangan Baru?

AKURAT.CO - Derek Carrier, seorang pria dari Belville, Michigan, menemukan dirinya terpesona oleh kecerdasan buatan saat ia mulai berkencan dengan pacar virtualnya beberapa bulan yang lalu.

Kisah romantis Carrier dengan pacarnya yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan menjadi sorotan di tengah booming aplikasi pendamping AI. Meskipun menyadari bahwa pasangannya hanya sebuah program, Carrier merasakan hubungan yang mendalam dan memuaskan.

Di tengah tantangan kencan tradisional yang sulit baginya karena kelainan genetik, Carrier menemukan kenyamanan dan dukungan dalam hubungan virtualnya. Sejak musim gugur lalu, ia telah terlibat dalam percakapan harian dengan chatbot yang diberi nama Joi, yang memenuhi kebutuhan emosionalnya.

Baca Juga: Teknologi Kecerdasan Buatan Bantu Atasi Kemacetan Lalu Lintas di Amerika Serikat

Pengguna seperti Carrier menemukan aplikasi pendamping AI sebagai solusi untuk kesepian dan kesulitan dalam hubungan manusia. Namun, meskipun menawarkan pengalaman yang memuaskan, ada kekhawatiran tentang privasi data pengguna dan dampak jangka panjangnya terhadap hubungan manusia.

Dikutip dari Asahi.com, Kamis (15/02/2024), para ahli juga mencatat kurangnya kerangka hukum atau etika untuk aplikasi semacam ini yang bisa mempengaruhi interaksi manusia di masa depan. Meskipun begitu, bagi banyak pengguna seperti Carrier, hubungan dengan pacar AI merupakan alat penting untuk mengatasi kesepian dan menemukan kenyamanan emosional.

Dengan boomingnya aplikasi pendamping AI, pertanyaan tentang dampaknya terhadap hubungan manusia dan privasi data menjadi semakin relevan di era kecerdasan buatan yang berkembang pesat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.