SpaceX Dituduh Memecat Karyawan yang Mengkritik Elon Musk Secara Ilegal

AKURAT.CO - SpaceX dilaporkan telah memecat delapan karyawan yang mengeluarkan kritik terhadap CEO mereka, Elon Musk, dengan cara yang dianggap ilegal.
Agen tenaga kerja AS menerima keluhan bahwa karyawan-karyawan ini, pada tahun 2022, menulis surat terbuka kepada eksekutif perusahaan untuk menyoroti masalah di lingkungan kerja mereka.
Dikutip dari Bbc.com, Jumat (5/1/2023), surat tersebut disebut sebagai 'gangguan dan rasa malu'.
Dewan Hubungan Perburuhan Nasional (NLRB) mengajukan keluhan, menyatakan bahwa SpaceX melanggar hukum ketenagakerjaan federal yang memberikan hak kepada karyawan untuk bersama-sama meningkatkan kondisi kerja.
Baca Juga: 7 Potret Momen Pertemuan Presiden Joko Widodo dan Elon Musk, Diskusi dan Tinjau Pabrik Roket Space X
Pengaduan tersebut juga mencatat bahwa karyawan yang terlibat dalam surat terbuka itu diinterogasi sebelum dipecat.
Seorang pengacara mantan karyawan SpaceX menuduh perusahaan memiliki 'budaya beracun' yang membuat perilaku tidak pantas.
Deborah Lawrence, pengacara tersebut, mengatakan bahwa tujuan surat terbuka tersebut adalah untuk meningkatkan situasi di perusahaan, bukan untuk tujuan buruk.
NLRB telah mengambil tindakan hukum, dan sidang dijadwalkan pada 5 Maret. Jika SpaceX dinyatakan melanggar hukum, mereka mungkin diwajibkan mempekerjakan kembali karyawan yang dipecat dan membayar gaji mereka.
Tidak hanya SpaceX, perusahaan-perusahaan Elon Musk lainnya juga telah dihadapkan pada tuduhan pelanggaran hak karyawan di masa lalu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








