Elon Musk: AI Adalah Ancaman Besar, Harus Dikendalikan Demi Keselamatan Manusia

AKURAT.CO - Elon Musk, miliarder terkemuka dunia mengungkapkan keprihatinannya tentang kecerdasan buatan (AI).
Elon Musk mengatakan bahwa AI adalah risiko eksistensial karena bisa menjadi jauh lebih cerdas daripada manusia. Musk menyampaikan pandangannya saat KTT Keamanan AI di Inggris, ia anggap tepat waktu mengingat besarnya ancaman ini.
"AI adalah sebuah 'risiko eksistensial' karena manusia untuk pertama kalinya dihadapkan pada sesuatu yang akan jauh lebih cerdas dari kita," kata Elon, dikutip Akurat.co dari Metro.co.uk, Senin (6/11/2023).
Meskipun tidak yakin apakah kita bisa mengendalikan AI sepenuhnya, Musk berharap kita dapat mengarahkannya untuk kepentingan kemanusiaan.
Dia menyatakan pentingnya membangun konsensus internasional tentang wawasan AI dan memiliki pengawas independen yang memantau perusahaan AI terkemuka.
Ia khawatir bahwa AI bisa disalahgunakan untuk mengakhiri kehidupan manusia jika dikendalikan oleh pihak yang ingin memusnahkan manusia.
Pandangan ini menjadi populer di media sosial, menunjukkan urgensi perlindungan dari potensi bahaya AI yang perlu diatasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 6KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 7Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 8Prediksi Skor Roma vs Cagliari 28 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan Menang
- 9Auditor BPK Ungkap Enam Penyimpangan Yaqut Cholil Qoumas dalam Penetapan Kuota Haji Tambahan
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Summarecon








