Akurat

CEO Microsoft Akui Menyerah Pada Windows Phone Adalah Kesalahan Besar

Petrus C. Vianney | 29 Oktober 2023, 18:27 WIB
CEO Microsoft Akui Menyerah Pada Windows Phone Adalah Kesalahan Besar

AKURAT.CO - Satya Nadella selaku CEO Microsoft mengakui kesalahan besar perusahaan dalam bidang seluler.

Nadella menggantikan Steve Ballmer sebagai CEO pada tahun 2014 dan mengakui bahwa penghapusan bisnis telepon Nokia pada tahun berikutnya adalah keputusan sulit.

"Salah satu keputusan tersulit yang saya buat ketika saya menjadi CEO adalah keluarnya kami dari apa yang saya sebut sebagai telepon seluler seperti yang didefinisikan pada saat itu," kata Nadella, dikutip Akurat.co dari Theverge.com, Kamis (26/10/2023). 

Ia menambahkan bahwa mungkin ada cara untuk mewujudkannya dengan menciptakan kembali kategori komputasi antara PC, tablet dan ponsel.

Baca Juga: Microsoft Resmi Rilis Xbox Barbie Series

Microsoft telah mengkonfirmasi bahwa Windows Phone sudah tidak ada, namun penutupan ini baru benar-benar terjadi enam bulan setelah pengumumannya. Meskipun Microsoft meluncurkan ponsel Surface Duo dan Surface Duo 2 dengan sistem Android, masa depan perangkat tersebut tidak jelas.

Bill Gates mengakui kesalahan terbesarnya adalah kekalahan Microsoft dari Android. Eric Schmidt, mantan CEO Google, juga mengakui bahwa fokus awal Google adalah mengalahkan Windows Mobile.

Mantan CEO Microsoft, Steve Ballmer, juga mengakui kesalahan dalam menanggapi Android dan iPhone. Ballmer menyesal tidak fokus pada telepon lebih awal dan menyebut iPhone sebagai ponsel termahal di dunia yang tidak menarik bagi pelanggan bisnis karena tidak memiliki keyboard.

Microsoft telah beralih fokus pada aplikasi untuk Android dan iOS dalam dekade terakhir, termasuk aplikasi Phone Link untuk menghubungkan ponsel Android dan iPhone ke Windows, serta kerja sama dengan Samsung untuk memasang aplikasi Office di ponsel Samsung sebelumnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.