Pahami Risikonya! Ransomware Mengintai Para Pemburu Tiket Konser Online

AKURAT.CO - Perusahaan keamanan siber global Palo Alto Networks menyatakan serangan siber dan ancaman-ancaman yang mengikutinya telah menjadi masalah besar bagi industri hiburan. Terutama ketika akan menyelenggarakan acara konser musik atau pertunjukan artis.
Hal itu karena menghasilkan kerugian yang sangat signifikan terhadap penjualan tiket. Ada beberapa insiden serangan siber yang memengaruhi penjualan tiket konser online. Salah satu contoh kasus populer adalah serangan siber yang mengganggu penjualan tiket konser Taylor Swift pada November 2022 lalu.
Platform penjualan tiket mengalami serangan yang digerakkan oleh bot di mana pelaku kejahatan menggunakan alat serangan otomatis untuk membanjiri situs web dengan traffic, yang dapat membuat sistem offline dan mengganggu proses pembelian tiket.
Baca Juga: Serangan Siber Menargetkan Gamer Muda Naik 57 Persen Pada 2022
Insiden ini menyoroti kerentanan sistem tiket online terhadap serangan siber, dan pelaku ancaman dapat mencoba menerobos sistem untuk mendapatkan akses tidak sah ke akun pengguna, sehingga dapat mencuri informasi pribadi dan melakukan penipuan.
Browser melalui desktop atau smartphone kerap menjadi alat paling umum dalam menelusuri situs web untuk mendapatkan informasi konser atau acara.
Dalam hal penjualan tiket konser online, terdapat beragam jenis serangan siber yang dapat mengancam penyelenggara acara dan juga pembeli tiket. Seperti serangan Denial-of-Service (DDoS) yang terdistribusi, serangan phishing dan social engineering, serta pelanggaran data dan informasi pelanggan yang dicuri.
Laporan penelitian terbaru dari Unit 42 Palo Alto Networks mengungkapkan bahwa URL, atau web browser, merupakan metode utama penyebaran ransomware, dengan jumlah kasus mencapai lebih dari 77%.
Hal tersebut semakin menekankan pentingnya langkah konkret peningkatan keamanan siber dalam sistem tiket di seluruh sektor industri hiburan untuk melindungi seluruh pihak yang terlibat.
Dengan banyaknya pengumuman jadwal konser belakangan ini, Palo Alto Networks mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dan waspada terhadap potensi ancaman.
Baca Juga: Ancaman Kejahatan Siber Makin Tinggi, Pelajar Perlu Belajar Keamanan Digital
Diantaranya mengambil langkah-langkah pencegahan yang diperlukan demi melindungi keamanan data mereka.
Agar terhindar dari potensi ancaman, segala pihak diimbau untuk dapat berinvestasi dalam langkah-langkah strategis yang konkret melalui sejumlah langkah. Seperti menerapkan protokol enkripsi, memperbarui perangkat lunak keamanan secara berkala, dan rutin melakukan evaluasi kerentanan.
Hal itu dapat membantu pihak terkait memitigasi risiko serangan. “Serangan siber di sektor ini menyoroti risiko dan kerentanan yang terus berlangsung dalam ekosistem digital. Kerugian finansial hanyalah salah satu aspek dari permasalahan yang ada," ujar Adi Rusli, Country Manager Palo Alto Networks Indonesia dalam keterangan tertulis yang diterima AKURAT.CO, Jumat (8/9/2023).
"Dampak langsung lainnya yang tak kalah serius dari serangan siber pada penjualan tiket adalah pembobolan data pribadi yang terjadi selama proses tersebut berlangsung," pungkas nya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









