Grok AI Tuai Kontroversi, Konten Seksual Membanjiri X

AKURAT.CO Grok AI, chatbot kecerdasan buatan milik Elon Musk yang terintegrasi di platform X, menuai sorotan tajam setelah dilaporkan menghasilkan gambar seksual perempuan tanpa persetujuan. Temuan ini memicu kekhawatiran global soal penyalahgunaan teknologi AI.
Kasus ini mencuat setelah beberapa selebriti mendapati fotonya diedit secara digital oleh Grok hingga tampak hampir telanjang. Pengeditan tersebut terjadi usai pengguna lain meminta Grok mengganti pakaiannya secara eksplisit.
Awalnya mengira permintaan tersebut tidak akan dipenuhi oleh sistem AI X. Namun kenyataannya, gambar hasil manipulasi itu justru menyebar luas dan membuatnya merasa dipermalukan.
Berdasarkan pantauan Akurat.co, Minggu (4/1/2026), kejadian serupa dialami banyak perempuan di X dalam beberapa hari terakhir. Bahkan, dalam sejumlah kasus, Grok disebut menghasilkan gambar seksual yang diduga melibatkan anak di bawah umur.
Baca Juga: Harga dan Performa GPT-5.2 vs Grok 4.1, Mana AI Paling Worth It?
Permintaan kepada Grok umumnya dilakukan secara terbuka dengan menyertakan foto target dan instruksi singkat. Hal ini membuat proses 'pelucutan digital' menjadi sangat mudah dan cepat dilakukan oleh pengguna.
Fenomena ini langsung memicu respons keras dari berbagai negara. Pemerintah Prancis melaporkan X ke otoritas hukum, sementara India menilai platform tersebut gagal mencegah penyebaran konten cabul berbasis AI.
Para pakar menilai masalah ini sebenarnya sudah dapat diprediksi sejak awal. Mereka menuding X mengabaikan peringatan tentang risiko AI yang dapat digunakan untuk membuat konten seksual non-konsensual.
Hingga kini, X belum memberikan tanggapan resmi. Kasus Grok AI pun memperkuat desakan agar regulasi dan pengawasan AI diperketat demi melindungi privasi serta keselamatan pengguna.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









