Harga dan Performa GPT-5.2 vs Grok 4.1, Mana AI Paling Worth It?

AKURAT.CO OpenAI merilis GPT-5.2 bertepatan dengan ulang tahun ke-10 perusahaan. Model ini memperkuat ChatGPT di tengah persaingan ketat dengan Gemini 3 dan chatbot kecerdasan buatan (AI) lainnya.
Secara umum, persaingan utama saat ini mengerucut pada GPT-5.2 dan Gemini 3, meski Grok 4.1 tetap menjadi penantang serius. Sejumlah indikator awal menunjukkan OpenAI masih mampu bersaing di papan atas performa model AI global.
Dalam pemeringkatan LMArena, GPT-5.2 memang belum sepenuhnya tercantum karena statusnya yang masih sangat baru. Namun, OpenAI mengklaim model ini unggul beberapa persen di hampir semua metrik dibanding GPT-5.1, yang sebelumnya sudah berada di posisi atas.
Pada kategori WebDev yang sudah tercatat, GPT-5.2 bahkan menempati peringkat kedua dan berada di atas Grok. Dengan asumsi peningkatan ini konsisten, GPT-5.2 diperkirakan akan mengungguli Grok 4.1 di sebagian besar kategori utama.
Untuk uji tolok ukur internal, GPT-5.2 mencatat keunggulan signifikan. Di Creative Writing v3 dan GDPval-AA, skor GPT-5.2 terpaut jauh di atas Grok 4.1, sementara pada GPQA Diamond selisihnya lebih tipis namun tetap unggul.
Meski sebagian skor masih bersifat klaim internal OpenAI dan belum diverifikasi independen, pola hasilnya konsisten. GPT-5.2 cenderung memimpin, terutama pada pengujian matematika lanjutan dan pemecahan masalah kompleks.
Dari sisi ketersediaan, GPT-5.2 dan Grok 4.1 sama-sama dapat diakses oleh publik melalui platform masing-masing. Pengguna bisa langsung memanfaatkan keduanya tanpa proses khusus.
Dikutip dari Mashable, Minggu (14/12/2025), ChatGPT memiliki keunggulan karena terintegrasi dengan lebih banyak layanan dan produk. Hal ini membuat penggunaannya lebih fleksibel dalam berbagai skenario.
Sementara itu, Grok menawarkan kemampuan pembuatan gambar dan video lewat fitur Grok Imagine. Namun, performanya masih belum mampu menyaingi layanan visual generatif khusus.
Dari segi harga, GPT-5.2 tersedia melalui ChatGPT Pro mulai $20 (sekitar Rp330 ribuan) per bulan, lebih murah dibanding SuperGrok yang dibanderol mulai $30 (sekitar Rp490 ribuan) per bulan. Meski demikian, pilihan terbaik tetap bergantung pada kebutuhan dan jenis pekerjaan pengguna.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








