NASA Kembangkan 'Avatar' Kesehatan untuk Misi Artemis II

AKURAT.CO NASA meluncurkan eksperimen baru bernama Analog Virtual Astronaut Tissue Response (AVATAR) dalam misi Artemis II. Proyek ini bertujuan menjaga kesehatan kru dengan teknologi medis canggih berbasis chip organ.
Chip organ ini dibuat dari sel astronot Artemis II dan akan ikut terbang selama misi mengelilingi Bulan. Teknologi ini membuat NASA dapat meneliti dampak radiasi luar angkasa dan gravitasi mikro terhadap tubuh manusia.
Misi Artemis II sendiri dirancang berlangsung selama 10 hari di sekitar Bulan. Data dari chip organ akan menjadi dasar strategi perlindungan kesehatan astronot dalam misi jangka panjang ke Bulan dan Mars.
Nicky Fox, Administrator Asosiasi Direktorat Misi Sains NASA, menyebut AVATAR sebagai terobosan besar. Menurutnya, eksperimen ini akan merevolusi cara penelitian sains, kedokteran, hingga eksplorasi manusia di luar Bumi.
Setiap chip organ berfungsi sebagai 'avatar' kecil yang mewakili organ manusia. Dengan teknologi ini, NASA bisa menyiapkan obat dan perlengkapan medis sesuai kebutuhan tiap astronot sebelum misi dimulai.
Dikutip dari Science NASA, Selasa (16/9/2025), riset ini merupakan kolaborasi antara NASA, lembaga pemerintah dan mitra industri. Perusahaan Emulate Inc. turut mengembangkan chip organ yang digunakan dalam proyek AVATAR.
Baca Juga: Karyawan NASA Kehilangan Hak Berserikat Akibat Perintah Eksekutif Trump
Chip organ berukuran seukuran USB drive, tetapi dapat meniru fungsi organ manusia. Beberapa chip bahkan mampu berdetak seperti jantung, bernapas seperti paru-paru, atau bermetabolisme seperti hati.
Para peneliti juga dapat menghubungkan chip-chip ini untuk mempelajari interaksi antarorgan. Hal ini penting untuk memahami respons tubuh manusia terhadap radiasi maupun terapi medis tertentu.
Dalam misi Artemis II, penelitian difokuskan pada sumsum tulang astronot. Organ ini sangat sensitif terhadap radiasi dan berperan penting dalam produksi sel darah serta sistem kekebalan tubuh.
Astronot Artemis II akan menyumbangkan trombosit yang digunakan untuk membuat chip sumsum tulang. Sel-sel induk dari sampel tersebut akan dimurnikan lalu ditempatkan pada chip bersama sel pendukung lainnya.
Studi ini membantu ilmuwan memahami bagaimana radiasi luar angkasa memengaruhi pembentukan sel darah. Pengetahuan tersebut juga bermanfaat untuk pengembangan terapi kanker dan penyakit lain di Bumi.
Lisa Carnell, Direktur Ilmu Biologi dan Fisika NASA, menegaskan chip organ memberi data penting untuk melindungi astronot. Ia menekankan kru hanya memiliki akses terbatas ke layanan medis saat berada jauh dari Bumi.
Chip organ akan ditempatkan dalam muatan khusus buatan Space Tango yang menjaga kondisi sel tetap stabil. Setelah misi selesai, peneliti akan memeriksa perubahan genetik dengan teknik sekuensing RNA.
Hasil analisis ini akan memberikan wawasan paling detail tentang dampak radiasi dan perjalanan luar angkasa terhadap tubuh manusia. Selain melindungi astronot, riset ini juga membuka peluang baru dalam dunia medis di Bumi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ancaman Denny Indrayana ke Presiden Prabowo Bentuk Penghinaan pada Mandat Rakyat
- 2Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 3Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 4Tak Tergilas Disrupsi, Tak Terjebak Perang Harga: Rahasia Bluebird Menjaga Takhta di Industri Transportasi Dalam Negeri
- 5Ina Liem Kini Setuju Gibran Mundur dari Wapres, Alasannya Bikin Heboh
- 6Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 7Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 8Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 9Pemerintah Pastikan Fundamental Ekonomi Tetap Kuat
- 10Harga Cabai Berangsur Turun Awal November








