Akurat

Anjlok 10%, Trump Berpotensi Jual Saham Induk Platform Truth Social

Petrus C. Vianney | 15 September 2024, 19:32 WIB
Anjlok 10%, Trump Berpotensi Jual Saham Induk Platform Truth Social

AKURAT.CO Saham Trump Media & Technology turun lebih dari 10 persen pada Rabu (11/9/2024) setelah debat antara Donald Trump dan Wakil Presiden Kamala Harris.

Mantan presiden ini memiliki peluang untuk mulai menjual saham perusahaan induk Truth Social mulai 19 September, saat ketentuan penguncian berakhir. Penguncian tersebut sebelumnya melarang orang dalam perusahaan menjual saham baru selama enam bulan.

Trump saat ini memegang hampir 115 juta saham, yang nilainya mencapai sekitar $2 miliar (sekitar Rp 30,6 triliun) berdasarkan harga penutupan terbaru sebesar $18,04 (sekitar Rp 276 ribuan) per saham.

Meski begitu, harga saham perusahaan ini telah menurun drastis dibandingkan beberapa bulan lalu, saat saham tersebut sempat mencapai puncaknya di harga $79,38 (sekitar Rp 1,2 jutaan) pada debut Nasdaq Maret lalu.

Rabu lalu, saham perusahaan ditutup di harga $16,68 (sekitar Rp 255 ribuan), turun $1,95 (sekitar Rp 29 ribuan), setelah mencapai level terendah hari itu di $15,30 (sekitar Rp 234 ribuan).

Dikutip dari Apnews.com, Jumat (13/9/2024), penurunan tersebut juga dipengaruhi oleh dukungan Taylor Swift terhadap Harris setelah debat berlangsung.

Trump Media menjalankan platform Truth Social, yang dibentuk setelah Trump dilarang dari Twitter dan Facebook pasca-kerusuhan Capitol 6 Januari 2021.

Meski berbasis di Sarasota, Florida, perusahaan ini terus merugi, dengan kerugian sekitar $58,2 juta (sekitar Rp 890 miliar) tahun lalu, sementara pendapatan hanya mencapai $4,1 juta (sekitar Rp 62,7 miliar).

Beberapa ahli pasar menyebut saham Trump Media sebagai 'saham meme', yang mengalami fluktuasi tajam karena terjebak dalam spekulasi online dan didorong oleh investor individu yang sering kali kurang berpengalaman.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.