RUU Perampasan Aset Jangan Jadi Alat Politik, DPR Ingatkan Bahaya Abuse of Power

AKURAT.CO Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, mengingatkan agar Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset tidak disalahgunakan sebagai alat politik maupun kekuasaan untuk menekan pihak yang berseberangan dengan pemerintah.
Menurut Habiburokhman, potensi penyalahgunaan kewenangan atau abuse of power harus menjadi perhatian sejak awal dalam penyusunan RUU Perampasan Aset.
Ia menilai aturan yang dibuat saat ini harus tetap memiliki mekanisme pengaman ketika terjadi pergantian kekuasaan.
"Kita itu bikin undang-undang itu harus berpikir jangan sampai ini nanti ketika digunakan menjadi abuse of power," kata Habiburokhman dalam rapat pembahasan RUU Perampasan Aset bersama sejumlah pakar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (7/9/2026).
Habiburokhman mengaku pernah berada di posisi oposisi sebelum menjadi bagian dari pemerintahan.
Dari pengalaman tersebut, ia memahami risiko ketika hukum digunakan sebagai instrumen politik dan kekuasaan.
"Saya pernah di oposisi juga sebelum saya di pemerintahan atau pendukung partai pemerintah. Sakit sekali rasanya ketika hukum jadi alat politik alat kekuasaan," ujarnya.
Ia juga menyinggung sejumlah draf RUU Perampasan Aset yang pernah beredar.
Menurutnya, terdapat kekhawatiran bahwa draf lama yang dinilai lebih ekstrem dapat berpotensi digunakan untuk kepentingan politik penguasa.
Karena itu, kata dia, kemungkinan penyalahgunaan tersebut harus menjadi pertimbangan dalam merumuskan aturan.
Jangan sampai kewenangan perampasan aset yang nantinya diberikan kepada negara justru berubah menjadi instrumen untuk menekan atau menghabisi lawan politik.
"Bagaimana kelak ketika kita tidak di kekuasaan, undang-undang ini digunakan oleh orang yang berkuasa untuk alat kekuasaannya. Itulah yang selalu kami pikirkan, saya, Pak Sahroni," katanya.
Baca Juga: Belajar dari Kasus Timah, RUU Perampasan Aset Harus Bedakan Kerugian dan Kerusakan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Link Twibbon Hari Santri 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Memasangnya
- 4Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 5Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 620 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 7Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 8Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 9Perusahaan Asing Harus Bertanggung Jawab Atas Karhutla, Prabowo: Kita Cabut Izinnya
- 10Prabowo Luncurkan Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan, Ekonomi Keluarga Jadi Fondasi Kekuatan Bangsa









