Bea Cukai Gagalkan Peredaran 2,2 Juta Batang Rokok Ilegal di Kalsel, Potensi Kerugian Negara Rp2,2 Miliar

AKURAT.CO Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea Cukai kembali menggagalkan peredaran rokok ilegal di Kalimantan Selatan.
Sebanyak 2,2 juta batang rokok tanpa pita cukai senilai sekitar Rp3,4 miliar diamankan sebelum sempat beredar di masyarakat.
Penindakan bermula dari patroli rutin petugas Bea Cukai yang memantau aktivitas bongkar muat di sebuah perusahaan ekspedisi di Kalimantan Selatan.
Petugas kemudian menemukan sejumlah paket mencurigakan dan melakukan pemeriksaan setelah menunjukkan identitas serta surat perintah kepada pihak ekspedisi.
Hasil pemeriksaan menunjukkan paket tersebut berisi Barang Kena Cukai Hasil Tembakau (BKCHT) tanpa dilekati pita cukai.
Berdasarkan keterangan pihak ekspedisi, penerima barang diketahui baru meninggalkan lokasi untuk mencari mobil pikap sewaan guna mengangkut kiriman tersebut.
Petugas kemudian melakukan penyisiran di sekitar lokasi dan menemukan seorang pria berinisial FS yang menunjukkan gerak-gerik mencurigakan.
Saat dimintai keterangan, FS mengakui seluruh paket rokok ilegal tersebut merupakan pesanannya. Ia selanjutnya dibawa ke gudang ekspedisi untuk menyaksikan proses pemeriksaan.
"Hasil pemeriksaan menunjukkan rokok yang dipesan dan diterima Saudara FS berupa BKC HT tanpa dilekati pita cukai sebanyak 143 koli," demikian keterangan Kantor Wilayah DJBC Kalimantan Bagian Selatan (Kalbagsel), Jumat (31/7/2026).
Dari hasil penghitungan, petugas mengamankan sekitar 2,2 juta batang rokok ilegal dengan nilai barang diperkirakan mencapai Rp3,4 miliar.
Bea Cukai memperkirakan negara berpotensi mengalami kerugian sekitar Rp2,2 miliar apabila seluruh rokok ilegal tersebut berhasil beredar di pasaran tanpa membayar cukai.
Baca Juga: Disamarkan dalam Keramik, Bea Cukai Gagalkan Ekspor Ilegal 3,4 Ton Merkuri ke Burkina Faso
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ancaman Denny Indrayana ke Presiden Prabowo Bentuk Penghinaan pada Mandat Rakyat
- 2Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 3Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 4Tak Tergilas Disrupsi, Tak Terjebak Perang Harga: Rahasia Bluebird Menjaga Takhta di Industri Transportasi Dalam Negeri
- 5Ina Liem Kini Setuju Gibran Mundur dari Wapres, Alasannya Bikin Heboh
- 6Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 7Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 8Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 9Pemerintah Pastikan Fundamental Ekonomi Tetap Kuat
- 10Harga Cabai Berangsur Turun Awal November









