Pakar Kritik Jaksa yang Masih Kasasi Vonis Bebas: Perkara Seharusnya Selesai

AKURAT.CO Praktik jaksa penuntut umum (JPU) yang masih mengajukan kasasi terhadap putusan bebas dinilai bertentangan dengan ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) baru yang mulai berlaku pada 2026.
Sejumlah pakar hukum pidana menilai, perkara seharusnya berakhir ketika terdakwa diputus bebas karena dakwaan tidak terbukti.
Dalam praktiknya, JPU masih mengajukan kasasi terhadap sejumlah putusan bebas, di antaranya perkara Delpedro Marhaen dkk di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, perkara Sritex yang melibatkan delapan bankir di Pengadilan Tipikor Semarang, perkara obstruction of justice yang menjerat Junaedi Saibih, Tian Bahtiar, dan Ahmad Mudzaki di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, serta perkara dokter Ratna Setia Asih.
Pada perkara Nomor 295/Pid.Sus/2025/PN Pgp, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Pangkal Pinang pada 20 Juli 2026 menyatakan dr. Ratna Setia Asih, Sp.A., M.Kes., tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 440 ayat (2) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, sehingga dibebaskan dari seluruh dakwaan.
Pakar hukum pidana Universitas Trisakti, Albert Aries, menegaskan KUHAP secara jelas melarang pengajuan kasasi terhadap putusan bebas.
"Pengajuan pemeriksaan kasasi tidak dapat dilakukan terhadap putusan bebas," kata Albert.
Albert menilai, pengajuan kasasi atas putusan bebas bertentangan dengan sejumlah asas fundamental hukum pidana.
Pertama, asas kepastian hukum. Putusan bebas semestinya langsung berkekuatan hukum tetap (inkrah), sehingga terdakwa memperoleh kepastian hukum.
Kedua, asas ne bis in idem. Terdakwa tidak boleh kembali diproses atas perkara yang sama setelah diputus bebas.
Ketiga, perlindungan hak asasi manusia. Terdakwa berhak segera memperoleh kepastian status hukum setelah dinyatakan tidak bersalah.
Keempat, asas fair trial. Putusan bebas merupakan hasil pembuktian di persidangan yang seharusnya dihormati. Kasasi yang diajukan jaksa berpotensi menimbulkan kesan negara tidak menerima hasil proses peradilan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 3KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Prediksi Skor Roma vs Cagliari 28 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan Menang
- 6Kalender Jawa 27 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pahing Dikenal Cerdas dan Banyak Akal
- 7Materi Matematika TKA SMA 2026, Cek Kisi-Kisi dan Contoh Soal Terbaru
- 8Prediksi Sassuolo vs Lazio 28 Oktober 2026: Jay Idzes Absen, Biancocelesti Diunggulkan
- 9KPK Ingatkan Nusron Wahid untuk Kooperatif dan Berharap Dukungan Penuh Pemerintah
- 10Geledah Kantor Pusat Djarum, KPK Dalami Penyimpangan Penerimaan Cukai Rokok







