Disiram Air Keras oleh OTK, Aktivis KontraS Andrie Yunus Alami Luka Bakar 24 Persen

AKURAT.CO Koordinator Badan Pekerja KontraS, Dimas Bagus Arya, mengatakan sebanyak 22 dokter dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) di enam bidang spesialisasi diturunkan untuk menangani kasus penyiraman air keras yang dialami aktivis KontraS, Andrie Yunus.
Tim medis tersebut terdiri dari dokter mata, dokter saraf, dokter THT, dokter kulit, dokter penyakit dalam atau pernapasan, serta dokter forensik. Tim dokter telah melakukan pemeriksaan menyeluruh, untuk mengetahui dampak zat kimia yang mengenai tubuh korban.
Berdasarkan diagnosis awal, korban mengalami luka bakar sekitar 24 persen pada sisi kanan tubuh, mulai dari kepala hingga bagian badan.
Baca Juga: PDIP Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
"Luka bakarnya cukup serius. Yang paling memprihatinkan tentu pada bagian mata," kata Dimas, di kantor YLBHI, Jakarta Pusat, Jumat (13/3/2026).
Korban juga telah menjalani operasi pada bagian mata yang berlangsung sejak pukul 13.00 hingga sekitar pukul 16.00–16.30. Menurut Dimas, operasi tersebut berjalan lancar.
Meski demikian, Andrie masih harus menjalani proses pemulihan lebih lanjut, terutama untuk penyembuhan luka bakar akibat reaksi kimia dari zat asam. "Dalam kondisi hari ini, keselamatan saudara Andrie Yunus sudah dalam posisi aman. Namun dia masih dalam tahap penyembuhan dan pemulihan," tuturnya.
Pengakuan Andrie Yunus
Dimas menjelaskan, berdasarkan cerita korban, peristiwa terjadi saat Andrie diserang dengan air keras hingga membuatnya terjatuh. Setelah itu sejumlah warga datang menolong.
Namun di tengah kerumunan terdapat seorang pria yang sempat mengucapkan, "Oh ini orang KontraS, ini orang LBH".
"Informasi itu kami dapatkan langsung dari keterangan Andrew. Setelah diserang, dia menjatuhkan diri lalu ada warga yang menolong. Tetapi di antara kerumunan itu ada seseorang yang mengatakan kalimat tersebut," kata Dimas.
Baca Juga: KontraS: Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis Andrie Yunus Bagian dari Kejahatan Terorganisir
Dia juga menyebut, korban sempat merekam suara sebelum masuk ke ruang disinfektan. Rekaman tersebut membantu tim KontraS menyusun kronologi awal kejadian, karena pada saat itu mereka belum memiliki gambaran peristiwa secara utuh.
Pihaknya juga masih menelusuri identitas seorang pria yang disebut-sebut berada di lokasi setelah penyiraman terjadi. Korban menggambarkan pria tersebut berambut hampir pelontos dan langsung menghampirinya setelah kejadian.
"Kami masih mencoba mencari tahu siapa orang tersebut, karena sampai sekarang belum ada petunjuk yang jelas," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK








