Akurat

Duta Damai Bali Investasi Generasi Maju sebagai Benteng Perdamaian di Pulau Dewata

Wahyu SK | 13 September 2024, 09:22 WIB
Duta Damai Bali Investasi Generasi Maju sebagai Benteng Perdamaian di Pulau Dewata

AKURAT.CO Generasi muda harus berperan aktif melakukan upaya-upaya menjaga perdamaian dan keutuhan NKRI dari rongrongan ideologi transnasional, terutama paham radikal terorisme.

Karena itulah keberadaan Duta Damai Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) sangat penting untuk melawan narasi radikal terorisme.

Dengan menyebarkan konten dan narasi-narasi perdamaian, persatuan, toleransi dan kearifan lokal, baik secara online maupun offline.

Hal itu dikatakan Deputi I Bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi BNPT, Mayjen TNI Roedy Widodo, saat mengukuhkan Duta Damai Provinsi Bali di The Stones Hotel, Badung, pada Kamis (12/9/2024).

Duta Damai Bali adalah Duta Damai ke-19, setelah sebelumnya BNPT membentuk Duta Damai di 18 provinsi.

"Memang Duta Damai Bali yang ke-19 bukan berarti berada di urutan 19. Tapi Duta Damai Bali yang baru terbentuk harus bisa menjadi yang terbaik dalam menyebarkan pesan-pesan perdamaian, persatuan, toleransi, kearifan lokal, baik di Bali khususnya dan seluruh Indonesia," jelasnya, melalui keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (13/9/2024).

Roedy mengungkapkan bahwa pengukuhan Duta Damai Bali adalah momen penting dalam upaya bersama mencegah penyebaran paham radikal terorisme yang marak mengancam keutuhan NKRI.

"Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan teknis penulisan, desain komunikasi visual, informasi teknologi semata-mata. Tapi lebih dari itu, Duta Damai merupakan investasi dalam bentuk generasi muda yang mampu berdiri sebagai benteng perdamaian di dunia digital dan nyata
melalui kreatifitas dan keterampilan yang diperolah. Kami yakin bahwa kalian dapat berkontribusi besar dalam menyebarkan pesan damai, toleransi, harmoni dan menerima perbedaan," paparnya.

Ia menjelaskan, hasil riset pengguna internet tahun ini meningkat.

Baca Juga: Indonesia Arena Masih Butuh Perbaikan untuk Bisa Selenggarakan Kejuaraan Dunia Senam 2025

Berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), penetrasi internet sebesar 79,9 persen di awal 2024. Sementara tahun sebelumnya 78,1 persen.

Pertumbuhan ini mencerminkan adopsi digital makin luas.

Platform ini tentunya digunakan kelompok radikal dan militan dalam mengembangkan jaringannya.

Kemudian beberapa platform media sosial seperti Youtube tercatat 139 juta pengguna, mencapai 75 persen total pengguna internet di Indonesia.

Selanjutnya Facebook 63,5 persen pengguna internet, sedangkan TikTok 126,8 juta.

Rata-rata penggunanya berusia 18 tahun ke atas yang mencakup 68,5 persen.

Di tahun yang sama, pengguna intenet didominasi generasi muda di antaranya Gen Z sebanyak 87,2 persen, sedangkan minenial 93,1 persen. Sisanya adalah orang tua atau kolonial.

"Artinya, ini menunjukkan generasi muda memiliki kontribusi signifikan penggunaan internet di negara ini," kata Roedy.

Ia juga mengungkapkan hasil penelitian BNPT tahun 2023, di mana Indeks Potensi Radikalisme meningkat 1,7 persen dibandingkan 2022 pada dimensi pemahaman dan sikap, meski dari dimensi tindakan mengalami penurunan.

Ini harus menjadi kewaspadaan bersama, terutama bagi kaum perempuan, Gen Z dan masyarakat yang aktif di internet dalam mencari dan menyebar konten keagamaan.

Apalagi penelitian itu mengungkap bahwa terdapat tiga kelompok rentan yang mudah disusupi, direkrut dan mudah terpapar yaitu perempuan, remaja dan anak-anak.

Ditambah lagi, dari hasil riset Setara Institute tahun 2023, tren toleransi di kalangan siswa mengalami peningkatan 61,6 persen jadi 70 persen.

Dari siswa pasif 2,4 persen menjadi aktif 5 persen. Itu artinya mengalami peningkatan 100 persen.

Baca Juga: Nawawi Pomolango: Lebih Mudah Ormas Bertemu Presiden Jokowi Ketimbang Pimpinan KPK

Sedangkan siswa kategori terpapar dari 0,3 persen jadi 0,6 persen.

"Hasil riset ini menegaskan pentingnya Duta Damai untuk melakukan kontranarasi dengan terus mengimplementasi ilmu pengetahuan yang berangkat dari hobi, talenta, kemampuan yang dimiliki adik-adik sekalian. Karena yang tahu selera anak muda, ya anak muda itu sendiri. Tidak mungkin anak muda-muda dikontra oleh generasi kolonial," terang Roedy.

Ia menguraikan bahwa Duta Damai Bali ini adalah platform harapan dalam memperkuat persatuan dan kedamaian di Pulau Dewata.

Mereka akan menjadi pioner di lingkungan masing-masing melalui pengetahuan dan keterampilan.

Menciptakan dan menyebarkan konten yang menginspirasi dan mereduksi masyarakat dalam menangkal pengaruh buruk paham radikal terorisme.

Roedy melanjutkan, BNPT melakukan pencegahan dalam rangka penanggulangan terorisme melalui tiga cara, yaitu kesiapsiagaan nasional, kontraradikalisasi dan deradikalisasi.

Dalam hal ini, Duta Damai BNPT termasuk ranah kontraradikalisasi, yang di dalamnya terdapat kontranarasi, kontraideologi dan kontrapropaganda.

Untuk melakukan itu BNPT mengggunakan strategi pentahelix, yaitu kolaborasi dengan kementerian/lembaga serta pemerintah daerah, masyarakat, akademisi, pengusaha dan media massa.

"Tentu kegiatan Duta Damai ini adalah bagian dari pentahelix. Kita berkolaborasi dengan pemda, akademisi, masyarakat dan media karena adik-adik ini latar belakangnya dari mahasiswa, ormas dan media, pegiat literasi dan hobinya digital," kata Roedy.

Ia yakin dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi yang tinggi dan kuat, Duta Damai dapat menciptakan lingkungan kondusif dan damai di tengah keberagaman, khususnya di Pulau Bali.

Apalagi Bali dengan kekayaan budaya dan tradisi merupakan contoh nyata bagaimana perbedaan dapat hidup bersampingan dalam harmoni.

"Mari kita jaga bersama nilai-nilai ini dan sebarkan semangat perdamaian ke seluruh negeri. Berbeda-beda tetap satu jua, tan hana dharma mangrwa. Itu harus kita junjung tinggi sesuai semboyan Bhineka Tunggal Ika dan perkuat serta amalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari," jelas Roedy.

Pada kesempatan itu, ia juga menitipkan Duta Damai Bali kepada pemerintah provinsi dan seluruh Forkompimda.

"Kami berharap Duta Damai Bali bisa diterima dengan baik dan didukung secara penuh dalam melaksanakan tugas mulia ke depannya," tandas Roedy.

Baca Juga: 16 September 2024 Hari Maulid Nabi Muhammad SAW, Apa Saja Amalan bagi Umat Islam?

Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kaban Kesbangpol) Provinsi Bali, I Nyoman Ngurah Wiryanata, yang mewakili Penjabat Gubernur Bali, SM Mahendra Jaya, menyambut sangat baik kehadiran Duta Damai.

"Saya atas nama Pj Gubernur mengapresiasi tinggi pengukuhan Duta Damai Bali. Sesuai arahan Pj Gubernur, kita akan siapkan sekretariat Duta Damai Bali di Kesbangpol, sekaligus bergabung dengan purna-Paskibraka. Mudah-mudahan tiap bulan bisa diskusi, sehingga adik-adik bisa mencari akar persoalan dan menyelesaikan persoalan radikalisme dan terorisme, khususnya di Bali," terangnya.

Ngurah Wiryanata yakin keberadaan Duta Damai di Bali akan memperkuat kolaborasi pemerintah dan nonpemerintah dalam memperkuat kontraradikalisasi.

Pihaknya juga akan memastikan program akan berjalan efektif dan berkelanjutan dalam membangun narasi positif.

"Barang kali adik-adik Duta Damai BNPT Bali adalah yang ke-19 tapi jangan ragu, dari 19 kita akan beranjak jadi nomor satu. Kami yakin dan akan dorong dengan fasilitasi Duta Damai BNPT Bali untuk menjadi yang terbaik, khususnya melindungi Bali dari kejamnya radikalisme dan terorisme," tandas Ngurah Wiryanata.

Dalam pengukuhan Duta Damai Bali turut dihadiri Direktur Pencegahan BNPT, Prof. Dr. Irfan Idris; Kasubdit Kontrapropaganda BNPT, Kolonel Cpl. Hendro Wicaksono; perwakilan Kapolda Bali, perwakilan Pangdam Udayana, pengurus FKPT Bali, serta perwakilan dari dinas terkait.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
Mukodah
W
Editor
Wahyu SK