Akurat

Amankan Konser Bruno Mars di JIS, Polisi Kerahkan 2000 Personel

Dwana Muhfaqdilla | 11 September 2024, 15:15 WIB
Amankan Konser Bruno Mars di JIS, Polisi Kerahkan 2000 Personel
 
AKURAT.CO Polisi mengerahkan ribuan personel untuk mengamankan konser Bruno Mars yang akan diselenggarakan di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta Utara, pada Rabu (11/9/2024).
 
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi, mengatakan, ribuan personel tersebut berasal dari Satuan Tugas Daerah (Satgasda), Satuan Tugas Resor (Satgasres), BKO TNI, serta Pemda DKI Jakarta.
 
“Kuat libat personel gabungan pengamanan sebanyak 2.000 personel. Satgasda 1.628 personel, Satgasres 160 personel, BKO TNI dan Pemda DKI 212 personel,” kata Ade Ary kepada wartawan, Rabu (11/9/2024).
 
 
Terkait rekayasa lalu lintas nantinya akan bersifat situasional, tergantung situasi dan kondisi di lapangan. Dia meminta masyarakat untuk menghindari kawasan JIS, demi mengurangi kemacetan.
 
“Kepada masyarakat pengguna jalan untuk menghindari kawasan tersebut dan mencari rute alternatif lain guna menghindari kepadatan lalu lintas,” ungkapnya. 
 
Bahkan, mantan Kapolres Jakarta Selatan ini mengimbau semua pihak yang terlibat untuk menjaga keamanan dan ketertiban sehingga konser Bruno Mars bisa berjalan dengan aman dan tertib.
 
“Bagi masyarakat yang menonton agar berhati-hati, jaga barang bawaannya seperti handphone dan perhiasan, jangan sampai pindah tangan. Bagi anggota personel agar melaksanakan pengamanan secara humanis,” tutup Ade Ary.
 
 
Sebagai informasi, konser Bruno Mars akan digelar di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta Utara, mulai pukul 20.00 WIB pada 11, 13, dan 14 September 2024.
 
Awalnya, konser hanya akan digelar pada 13 dan 14 September 2024. Namun, promotor Bruno Mars Live in Jakarta 2024, yaitu Live Nation, TEM Presents, dan PK Entertainment mengumumkan penambahan hari konser, yakni Rabu (11/9/2024).
 
 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.