Akurat

Pria Aniaya Pacarnya di Lift Hotel Cengkareng, Kesal karena Tak Diajak Selfie

Dwana Muhfaqdilla | 21 Agustus 2024, 14:07 WIB
Pria Aniaya Pacarnya di Lift Hotel Cengkareng, Kesal karena Tak Diajak Selfie

AKURAT.CO Polisi mengungkap motif seorang pria berinisial MBA (20) yang menganiaya pacarnya sendiri berinisial A (20), di dalam lift hotel Kawasan Cengkareng, Jakarta Barat.

Kapolsek Cengkareng, Kompol Hasoloan Situmorang, mengatakan, penganiayaan tersebut dilakukan lantaran pelaku merasa kesal dengan korban karena tak diajak selfie saat wisuda adiknya.

"Motifnya yang pertama, pelaku kesal kepada korban, karena pada saat di TKP ada kejadian korban selfie sendiri enggak diajak pacarnya, dan mengingat korban punya media sosial, dan di sini tersangka merasa fotonya tidak pernah di-posting," kata Hasoloan dalam konferensi pers di Mapolres Jakbar, Rabu (21/8/2024).

Baca Juga: Viral Influencer Parenting Aniaya Anak di Daycare, Bagaimana Islam Memandang Hal Ini?

Selain itu, pelaku diduga cemburu karena korban sempat mengunggah foto anak kecil yang menurut korban merupakan adik temannya. Setelahnya, korban sempat terlibat cekcok dengan pelaku.

"Kemudian motif yang lain, cemburu," ungkap dia.

Atas perbuatannya, tersangka terancam dijerat dengan pasal 351 ayat 1 dengan ancaman 2 tahun 8 bulan atau denda paling banyak Rp 4.500.

"Jadi ada kekhususannya rekan-rekan. Dikarenakan ketentuan KUHAP pasal 21, meskipun ancaman bukan di atas 5 tahun, tetap dapat kita lakukan penahanan dengan kewenangan subjektif dari penyidik," tutup dia.

Sebelumnya, seorang wanita berinisial A (20) diduga dianiaya oleh pacarnya sendiri berinisial MB (20) di dalam lift hotel Kawasan Cengkareng, Jakarta Barat. Kejadian ini diunggah oleh akun Instagram @merekamjakarta dan viral di media sosial.

"Pada Selasa (11/6/2024) sekitar pukul 08.30 WIB. Dia dicekik lalu dibanting pacarnya saat berada di lift," tulis caption akun tersebut, Senin (19/8/2024).

A mengaku sudah berpacaran dengan pelaku selama dua tahun dan sering cekcok hingga mengalami kekerasan. Oleh karenanya, dia memutuskan untuk mengungkapkan hal ini ke publik.

"Menutupi semuanya sendiri sampai akhirnya aku berani speak up. Aku butuh waktu untuk berani speak up seperti ini," ujar A.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.