Kontras Desak Jokowi Selesaikan Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu secara Hukum
Citra Puspitaningrum | 27 Juni 2024, 21:24 WIB

AKURAT.CO Presiden Joko Widodo (Jokowi) didesak untuk menyelesaikan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat masa lalu secara hukum. Hal itu disampaikan Koordinator Badan Pekerja Komisi Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Dimas Bagus Arya dalam konferensi pers catatan satu tahun kick of Tim Penyelesaian Non-Yudisial Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu (TPPHAM), Kamis (27/6/2024).
"Desakan kami, agar presiden mendorong penyelesaian pelanggaran HAM berat masa lalu melalui mekanisme yudisial menggunakan Undang-undang Nomor 26 Tahun 2000," kata Dimas.
Jika pemerintah serius untuk menyelesaikan pelanggaran HAM berat masa lalu, lanjut dia, Presiden Jokowi dapat memerintahkan Jaksa Agung menindaklanjuti berkas-berkas penyelidikan pelanggaran HAM berat masa lalu yang telah dirampungkan Komisi Nasional HAM.
Selain itu, yang tak kalah penting untuk diperhatikan pemerintah menurutnya ialah menghentikan intimidasi dan teror khususnya dari aparat negara kepada para korban pelanggaran HAM berat masa lalu. Termasuk juga kepada keluarga korban dan penyintas pelanggaran HAM berat yang masih hidup.
"Harus diberikan jaminan keamanan secara fisik dan psikologis. Itu yang kini diabaikan sehingga dalam proses implementasinya banyak teror khususnya pendamping dan keluarga korban yang memrotes pendataan di TPPHAM," tegasnya.
Lebih lanjut, Dimas menyampaikan bahwa pemerintah juga harus bisa menjamin peristiwa pelanggaran HAM berat masa lalu tidak terjadi kembali di masa depan. Tentunya dengan keinginan kuat yang dapat dituangkan dalam kebijakan reformasi sektor keamanan.
"Ini merupakan rumusan yang sangat baku dan harusnya dijadikan satu muatan berpikir utama ketika pemerintah mendesain kebijakan penyelesaian pelanggaran HAM berat," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai








