Kasus Dugaan Pelecehan Naik ke Penyidikan, Korban Tunggu Rektor UP Ditetapkan Jadi Tersangka

AKURAT.CO Kuasa hukum RZ dan DF, Amanda Manthovani, mengapresiasi langkah polisi yang telah menetapkan kasus dugaan pelecehan yang dilakukan rektor nonaktif Universitas Pancasila (UP) Edie Toet Hendratno naik ke tahap penyidikan.
"Alhamdulilah sekarang ini saya apresiasi berarti polisi sudah mempunyai kemajuan menurut saya, sudah punya sikap tegas untuk bisa melanjutkan proses ini," katanya saat dihubungi wartawan, Sabtu (15/6/2024).
Amanda mengungkapkan, saat ini pihaknya masih menunggu tindakan tegas lain dari penyidik kepolisian, yakni agar status Edie segera dinaikan menjadi tersangka.
"Harusnya sudah cukup (dinaikan menjadi tersangka). Artinya di sini perlu keberanian dari pada penyidik untuk memberikan sikap," tuturnya.
Selain itu, Amanda mengungkapkan bahwa dirinya juga pernah dilecehkan oleh Edie. Hanya saja, dia belum ingin melapor karena masih menunggu proses hukum kedua kliennya rampung.
Diceritakannya, pelecehan terjadi saat pihak dari eks rektor mengajak bertemu untuk bermediasi. Saat itu, dirinya dihubungi oleh Wakil Dekan 3 Fakultas Hukum Universitas Pancasila.
"Beliau mendapatkan perintah dari rektor saat itu. Rektor minta ketemu saya mau bicara. Saya bilang 'ini minta ketemuannya mau ngapain ya' . Dia jawab 'Oh mau lakukan mediasi'. Sekarang gini, kalau orang tidak berbuat ngapain mau mediasi," jelasnya.
Baca Juga: Kasus Dugaan Pelecehan Rektor Universitas Pancasila Naik ke Tahap Penyidikan
Karena hal itu, Amanda akhirnya bertemu dengan sang rektor nonaktif di kawasan Pondok Indah. Dia didampingi oleh rekannya, Yasen, sedangkan Edie malah ditemani oleh enam staf kampus. Amanda pun bertanya-tanya.
"Kita ketemu tanggal 31 (akhir) Februari saya lupa kita ketemu jam 2 siang. Padahal itu bukan urusan kantor, tetapi urusan oknum rektor yang lakukan pelecehan. Ada apa ini," tukasnya.
Selanjutnya, pelecehan tersebut diawali dengan pertanyaan yang diutarakan oleh Edie Toet Hendratno mengenai usia Amanda.
"Mbak Amanda usianya berapa tahun," tanya Edie.
"51 tahun," jawab Amanda.
"Seksi ya seksi banget. Masih padat," jawab Edie Toet Hendratno sambil mengarahkan diri ke Amanda.
Amanda menuturkan, kejadian itu disaksikan oleh banyak orang dan dirinya merasa heran bahwa sang rektor seberani itu.
"Di depan stafnya saja dia berani lecehkan saya di mana dia ngajak saya untuk mediasi, tapi dia malah lecehkan saya dan didepan staf saya dia bicara seperti itu," tukas Amanda.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 6Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 7KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 8Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 9KPK Ingatkan Nusron Wahid untuk Kooperatif dan Berharap Dukungan Penuh Pemerintah
- 10Geledah Kantor Pusat Djarum, KPK Dalami Penyimpangan Penerimaan Cukai Rokok






