Kejagung Terima Laporan Aduan Masyarakat Terkait Dugaan Korupsi di Kabupaten Pangandaran

AKURAT.CO LSM Saung Aspirasi Sararea (Sarasa) Institute melaporkan dugaan korupsi lintas sektor yang terjadi di Kabupaten Pangandaran Jawa Barat, periode 2019-2024.
Dalam laporannya, Direktur Eksekutif Sarasa Institute, Tedi Yusnanda, menjelaskan bahwasannya terdapat banyak dugaan tipikor di Kabupaten Pangandaran yang terjadi di era bupati sebelumnya yakni Jeje Wiradinata.
Adapun, dugaan tipikor tersebut mulai dari tata kelola keuangan daerah hingga pengelolaan lingkungan hidup serta pertanahan.
Baca Juga: KPK Bersama Kejagung Saling Limpahkan Kasus Google dan Petral
Tedi mengatakan, laporan ini merupakan hasil studi kajian independen disertai audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang menyatakan bahwa Kabupaten Pangandaran menyandang predikat Wajar Dengan Pengecualian (WDP) selama tiga tahun berturut-turut yakni 2022-2024.
"Dengan laporan ini kita harapkan Kejaksaan Agung segera menindaklanjuti. Karena dari hasil BPK RI sudah jelas adanya bahwa pemkab pangandaran di era bupati sebelumnya memperoleh predikat WDP yang berpotensi merugikan keuangan negara hingga ratusan miliar," jelasnya, melalui keterangan tertulis, Selasa (18/11/2025).
Baca Juga: Kejagung Limpahkan Tersangka Nadiem Makarim ke Kejari Jakpus
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Anang Supriatna, membenarkan perihal adanya laporan tersebut.
Dia menjelaskan, laporan tersebut saat ini tengah dikaji oleh Tim Jaksa Bidang Pidana Khusus terkait data-data yang telah diterima untuk sebelum beralih ke tahap berikutnya atau penyelidikan.
"Iya benar, laporan ini sudah masuk ke bidang Pidsus dan saat ini masih dikaji oleh Tim Jaksa Penyidik Pidsus Kejagung sebelum dilakukan penyelidikan," ujar Kapuspenkum.
Baca Juga: Pemerintah Libatkan KPK dan Kejagung Awasi Penyelenggaraan Haji 2026
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








