AKURAT.CO Mantan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL), dieksekusi ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat.
Syahrul Yasin Limpo sebelumnya telah dieksekusi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke lapas tersebut sejak Selasa, 25 Maret 2025.
Eksekusi badan dilakukan menyusul tindak pidana korupsi pemerasan di lingkungan Kementerian Pertanian yang menjerat Syahrul Yasin Limpo telah berkekuatan hukum tetap atau inkrah.
Baca Juga: KPK Periksa Rasamala Aritonang Terkait TPPU Syahrul Yasin Limpo
Dalam tingkat Kasasi, Mahkamah Agung menjatuhkan hukuman 12 tahun penjara kepada SYL.
Selain divonis penjara 12 tahun, Syahrul Yasin Limpo juga dihukum untuk membayar denda sebesar Rp500 juta.
Dia juga diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp44 miliar dan USD30 ribu.
Baca Juga: KPK Geledah Kantor Visi Law Office Terkait Kasus Pencucian Uang Syahrul Yasin Limpo
"KPK melakukan eksekusi pidana badan terhadap terpidana SYL di Sukamiskin, di mana terpidana dijatuhi hukuman 12 tahun penjara, denda Rp 500 juta, uang pengganti sebesar Rp44 miliar dan 30 ribu US dolar," jelas Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (15/5/2025).
Hingga saat ini, Syahrul Yasin Limpo diķetahui baru membayar denda Rp100 juta dan uang pengganti Rp27,3 miliar.
"Sampai saat ini KPK juga masih terus menerima beberapa pembayaran sebagian dari denda ataupun uang pengganti pada perkara tersebut. Adapun, beberapa barang lainnya yang perlu dilakukan perampasan atau perlu bisa dilakukan perampasan oleh KPK karena masih dibutuhkan dalam proses penanganan perkara lainnya, yaitu TPPU," tutur Budi.
Baca Juga: KPK Bakal Panggil Ulang Cucu Syahrul Yasin Limpo
Dalam kasusnya, Syahrul Yasin Limpo divonis bersalah melakukan pemerasan di lingkungan Kementan.
Perbuatan itu dilakukan SYL bersama dengan dua anak buahnya yakni mantan Sekjen Kementan, Kasdi Subagyono, dan mantan Direktur Alat dan Mesin Pertanian Kementan, Muhammad Hatta.
Total uang yang diraup Syahrul Yasin Limpo dari perbuatan yang dilakukan melalui dua anak buahnya mencapai Rp44,2 miliar dan USD30 ribu.
Baca Juga: KPK Ajukan Banding Atas Vonis 10 Tahun Penjara Syahrul Yasin Limpo
Dari pengembangan pengusutan kasus itu, KPK menjerat Syahrul Yasin Limpo sebagai tersangka dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Dulu Minta Gibran Diganti, Kini Syahganda Bilang Sikapnya Berubah: Sekarang Saya di Pemerintahan
- 2Pengurus PCNU Serahkan Bukti dan Kembalikan Uang Risywah Muktamar ke KPK
- 3Jokowi Muncul di Kertanegara, Prabowo Pergi Tak Lama Setelah Pertemuan
- 4Daftar 26 Produk Indonesia yang Disebut Diboikot di Malaysia Usai FIFA ASEAN Cup 2026
- 5Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 6Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 7Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 8Di Balik Sukses Emil Audero di Final, Ada Rasa Cemas yang Dirasakan Sang Ayah
- 9Prabowo Instruksikan Percepatan Pembangunan 100 Kampung Nelayan, Target Beroperasi Akhir Tahun
- 10Amankan Investasi di Indonesia, Prabowo Anggap Semua Investor Saudara









