Jaksa Berharap Suap Group Wilmar pada Rafael Lewat Dalam Jual Beli Rumah Terbukti
Oktaviani | 4 Januari 2024, 19:19 WIB

AKURAT.CO Jaksa penuntut umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berharap semua fakta yang tertuang dalam analiasa yuridis tuntutan terdakwa Rafael Alun Trisambodo dikabulkan dalam amar putusan majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta.
Salah satunya, terkait pemberian uang Rp6 miliar dari anak usaha Wilmar Group, PT Cahaya Kalbar kepada mantan pejabat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Rafael Alun Trisambodo, yang diduga disamarkan melalui jual beli aset rumah di Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
"Iya harapannya dikabulkan," ujar jaksa KPK, Wawan Yunarwanto di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (4/1/2024).
Bukan tanpa alasan, pasalnya semua yang dituangkan jaksa dalam analiasa yuridis tuntutan Rafel Alun sesuai dengan fakta yang terungkap selama persidangan.
Baca Juga: Strategi Ganjar-Mahfud Bebaskan Nelayan dari Jerat Utang Lewat Program Penghapusan Kredit Macet
Termasuk soal dugaan pemberian uang melalui modus jual beli rumah di Perumahan Taman Kebon Jeruk, Blok G1, Kav 112, Kelurahan Srengseng, Kecamatan Kembangan, Kota Jakarta Barat itu.
"Semua kan sudah kami sampaikan bahwa kita memasukan itu sesuai dengan fakta yang kita dapatkan di persidangan alat bukti kan nah kita berharap diputus sesuai yang kita sajikan dituntutan itu," ungkap Wawan.
Berdasarkan sejumlah bukti dan informasi yang telah dikantongi lembaga antikorupsi, jaksa KPK berkeyakinan adanya dugaan perbuatan rasuah tersebut. Sebab itu, tim jaksa berharap semua fakta sidang terbukti dan diamini oleh majelis hakim.
"Kita berkeyakinan terbukti. Kita yakin dari fakta kita buat itu sudah ada alat bukti ya kita berharapnya terbukti sesuai dengan tuntutan kita," kata Wawan.
Baca Juga: Aspek Kesehatan Masyarakat Penting, CISDI Dukung Pengenaan Pajak Rokok Elektrik 10 Persen
Sedianya persidangan Rafael Alun hari ini beragendakan pembacaan vonis oleh majelis hakim. Namun, sidang ini ditunda dengan alasan hakim belum siap dan akan digelar pada Senin tanggal 8 Januari 2024.
"Kami tunda pembacaan putusan sampai Senin tanggal 8 Januari 2024," tutur Ketua Majelis Suparman Nyompa.
Rafael sebelumnya dituntut oleh jaksa KPK dengan hukuman penjara 14 tahun dan denda Rp1 miliar subsidair enam bulan kurungan dalam perkara ini.
Jaksa juga menuntut Rafael dengan pidana tambahan yakni membayar uang pengganti senilai Rp18,994.806.137.
Rafael Alun didakwa menerima gratifikasi yang dianggap suap sebesar Rp16,6 miliar terkait perpajakan bersama-sama istri Ernie Meike Torondek.
Penerimaan gratifikasi tersebut melalui PT Artha Mega Ekadhana (ARME), PT Cubes Consulting, PT Cahaya Kalbar dan PT Krisna Bali International Cargo.
Ernie merupakan komisaris dan pemegang saham PT ARME, PT Cubes Consulting dan PT Bukit Hijau Asri.
Adik Rafael, Gangsar Sulaksono, juga menjadi pemegang saham di PT Cubes Consulting. Selain itu, Rafael juga didakwa melakukan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dalam periode 2003-2010.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Amanda Rigby Umur Berapa? Ini Profil, Pendidikan dan Kariernya
- 2Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 3Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 4ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 5Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 6Prediksi Skor Brentford vs Chelsea 19 September 2026: Duel Ketat, Apakah Akan Berakhir Imbang?
- 7Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 8Persija Banding Sanksi Komdis PSSI, 2 Larangan Laga Kandang Jadi Sorotan
- 9Prabowo Pimpin Sidang DEN di Istana, Instruksikan Persiapan E50 untuk Perkuat Kemandirian Energi
- 10Terungkap di Sidang Korupsi Kuota Haji: Anak Buah Bos Maktour Setor USD10 Ribu ke Pejabat Kemenag






